Lalu apakah penyebabnya? Menurut dia karena Caleg hanya memperjuangkan diri sendiri.
Menurut dia, caleg dari partai koalisi 01 di Jambi cenderung takut tidak dapat dukungan pemilih karena dalam peta isu 01 kurang mendapat dukungan dari pemilih.
“Karena peta isu 01 terkait dengan komoditi karet dan sawit yang rendah,” katanya lagi.
Namun secara etika koalisi, kata dia, ini tentunya tidak etis apabila caleg takut mempromosikan capresnya kepada pemilih.
Terpisah Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf di Jambi, Agus S Roni mengatakan, pihaknya masih tetap optimis memperoleh suara di Provinsi Jambi.
“Sekarang masih tahap rekapitulasi, nantilah kita lihat hasil final semuanya,” ujarnya.
Lebih lanjut Ketua DPW NasDem Provinsi Jambi ini mengatakan, sekarang pihaknya juga tengah memantau penghitungan suara di tingkat PPK.
“Insya Allah kita optimis semuanya signifikan,” katanya.
Sejauh ini, kata dia, tim sendiri sudah bekerja maksimal, termasuk memantau di setiap kabupaten/kota dan PPK.
“Kita tunggu sampai final, karena realnya kan disitu (KPU),” tandasnya.
Baca Juga: Kubu Prabowo Serang Anak Jokowi, Hubungan Rakabu Sejahtera Dengan Batu Bara
Berita Terkait
-
Wajah Bayi Ini Mirip Prabowo Subianto, Jarinya pun Tunjukkan 02!
-
Yakin Prabowo Menang, Ferdinand: Pemenang Pemilu Ditentukan Penghitung
-
CEK FAKTA: Warga Madura Potong Tangan Orang yang Curangi Pilpres 2019?
-
Djoko Santoso Sebut Kemenangan Prabowo 80 Persen, PSI: Besok 212 Persen
-
Sudah Jadi Ritual Politik, Mahfud: Tuduhan KPU Curang akan Menyasar ke MK
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?