Suara.com - Kuasa Hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi menyampaikan keberatan dengan dihadirkannya saksi Trubus pada sidang lanjutan kliennya. Trubus merupakan saksi ahli sosiologi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Desmihardi menganggap gelar doktor yang diraih oleh Trubus adalah bidang Kebijakan Publik, bukan Sosiologi. Hal tersebut disampaikan Desmihardi dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).
"Kami keberatan karena yang bersangkutan bergelar doktor dibidang kebijakan publik, S2-nya bergelar Antropologi. Sementara kami memahami antara sosiologi dan antropologi itu dua hal yang berbeda," ujar Desmihardi.
Menyikapi hal tersebut, Hakim Ketua Joni menanyakan kembali kepada Trubus mengenai gelar S3 dan S2-nya. Trubus mengaku memiliki dua gelar S1 dan dua gelar S2, keempatnya bidang antropologi dan hukum.
"S1 dan S2 saya kan di antropologi. S1 S2 nya hukum. Jadi saya punya s1 dua dan S2 dua. Nah Doktornya itu kebijakan publik," kata Trubus.
Menanggapi kekhawatiran Desmihardi perihal ketidaksesuaian bidang yang dikuasai, Trubus menjelaskan perbedaan sosiologi dan antropologi hanya beda cakupan subjek ilmunya saja.
Trubus juga mengaku mengajar sosiologi hukum.
"Bedanya kan sosiologi bicara banyak orang, tapi Antropologi lebih sedikit. Memang saya juga mengajar sosiologi hukum," kata Trubus.
Akhirnya, majelis hakim mencatat keberatan dari Desmihardi dan Sidang tetap dilanjutkan. Trubus tetap melanjutkan tugasnya sebagai saksi ahli sosiologi.
Baca Juga: Teori Status Sosial Ungkap Alasan Hoaks Ratna Sarumpaet Jadi Heboh
Berita Terkait
-
Ratna Sarumpaet WA ke Fadli Zon: Jam Berapa ke Rumahku....
-
Ratna Sarumpaet: Fahri Hamzah Akan Bersaksi untuk Saya
-
Ragu dengan Keterangan Saksi, Ratna Sarumpaet: yang Ahli Bahasa Ngawur
-
Teori Status Sosial Ungkap Alasan Hoaks Ratna Sarumpaet Jadi Heboh
-
Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Jaksa akan Hadirkan 4 Saksi Ahli
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
-
KPK: Wacana Pilkada Dipilih DPRD Harus Disertai Regulasi Jelas dan Pengawasan Ketat
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis