Suryadi mengaku sempat menjalani tes kesehatan sebelum ditetapkan menjadi anggota KPPS. Cara-cara ini relatif berhasil menjaga kondisi tubuhnya tetap fit hingga pemungutan suara berakhir.
Namun, ia menyadari kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Menurutnya KPU perlu mempertimbangkan lamanya kerja keras para anggota KPPS dan dampaknya bagi kesehatan mereka.
Suryadi terenyuh mendengar banyaknya anggota KPPS yang meninggal dunia pasca-bertugas. Baginya, fenomena ini menimbulkan berbagai pertanyaan. Misalnya, apakah petugas yang bersangkutan sudah memiliki riwayat penyakit tertentu, terlalu beratnya beban kerja, atau ada hal lain.
Ia berharap, di tahun-tahun berikutnya para petugas lebih siap mengemban tugas, termasuk faktor kesehatan. Apabila merasa kurang nyaman, ia menyarankan agar orang tersebut tidak menjadi KPPS.
"Kalau posisi seperti itu baiknya enggak usah memaksakan diri," kata dia.
Ia juga berharap KPU akan menyesuaikan honor untuk anggota KPPS. Setidaknya, hal itu dapat memberikan kebahagiaan bagi para petugas dan mengurangi sedikit beban fisik dan mental mereka.
Adapun konsep pemilu serentak baginya tak masalah, asal sumber daya manusia yang ada betul-betul disiapkan dengan baik. Sayangnya, proses tahun ini dianggap serba dadakan.
"Ini kan cenderung dadakan. Misal, enggak ada yang daftar (jadi anggota KPPS) akhirnya ditunjuk. Ini salah satu faktor yang tidak sesuai rencana," imbuh Suryadi.
Kontributor : Sri Handayani
Baca Juga: Update KPU: 225 Petugas KPPS Meninggal Dunia dan 1.470 Orang Sakit
Berita Terkait
-
Update Real Count KPU Jumat Pagi: Jokowi 56,07% - Prabowo 43,93%
-
39 Petugas Pemilu Meninggal, KPU Jateng Gelar Salat Gaib Hari Ini
-
Zulkifli Hasan ke Istana, PAN Pertimbangkan Alihkan Dukungan ke Jokowi
-
Update KPU: 225 Petugas KPPS Meninggal Dunia dan 1.470 Orang Sakit
-
Timses Jokowi Akan Buktikan Kecurangan Pilpres 2019 Dilakukan Kubu Prabowo
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
-
PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Pejabat BEI-OJK
-
Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Sesuai Arahan Presiden, Gus Ipul Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Deli Serdang