Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai banjir kiriman yang terjadi di Kali Ciliwung turut membawa sampah dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kiriman sampah itu menumpuk di Pintu Air Manggarai dan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.
Anies mengatakan hujan yang biasa terjadi di Jakarta tidak menyebabkan banjir namun ketika hujan deras terjadi di Bogor, air kiriman langsung masuk dan membawa sampah ke Ibu Kota.
"Itu titik-titiknya yang biasanya kena itu limpahan air, padahal kan Jakarta ya hujan tapi tidak ada hujan yang luar biasa, di sini ini adalah contoh situasi banjir karena kiriman dari selatan," kata Anies di Dinas Teknis, Jakarta Pusat, Jumat (26/5/2019).
"Di Manggarai itu Jakarta menampung sampah yang luar biasa banyaknya, kalau lihat sekarang di (pintu air) Manggarai itu bukan sampah di warga kita," tambah Anies.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan saat ini Pemprov DKI melalui Dinas Lingkungan Hidup sedang membersihkan sampah kiriman dari Bogor tersebut.
"Petugas lingkungan hidup, kerja all out membersihkan sampah di Manggarai, Itu sampah yang masuk dari aliran sungai Ciliwung. Sekarang sedang dibersihkan," jelas Anies.
Sebelumnya, hujan yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya membuat Bendungan Katulampa di Kabupaten Bogor dan Pintu Air Depok, Jawa Barat naik level menjadi Siaga I pada Kamis (25/4/2019) malam. Akibatnya 17 wilayah di Jakarta tergenang banjir kiriman.
Ke-17 wilayah tersebut antara lain RW. 07 Kel. Lenteng Agung, RW. 01 Kel. Srengseng Sawah, RW. 01 Kel. Pengadegan, RW. 07 Kel. Rawajati, RW. 05, 06, 07, 08 Kel. Pejaten Timur, dengan ketinggian banjir rata-rata 20 cm s.d 170 cm.
Wilayah Jakarta Timur, tepatnya di RW 02, 05, 08 Kelurahan Cawang, RW 05 Kelurahan Balekambang, RW 04, 05, 08 Kelurahan Kampung Melayu dan RW 07, 11 Kelurahan Bidara Cina.
Baca Juga: Tunggak Gaji 28 Pemain, APPI Gugat Sriwijaya FC ke Pengadilan Negeri
Lalu, sebagian warga di RT 07, 08, RW 01 Kelurahan Pengadegan kini juga mengungsi di Rusun Pengadegan, Jakarta Selatan akibat diterjang banjir kiriman dari Bogor.
Berita Terkait
-
Ciliwung Meluap, Warga Cililitan Mengungsi di Emperan Jalan
-
Jakarta Dilanda Banjir, Ular Sanca 4 Meter Ditemukan di Atas Pohon
-
Bendungan Katulampa Siaga I, 17 Titik di Jakarta Terendam Banjir
-
Bendung Katulampa Siaga 1, Air Diperkirakan Sampai Jakarta Jumat Pagi
-
Dikirimi Sampah dari Kanada, Presiden Filipina Duterte Ancam Perang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai
-
Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas
-
Diperiksa Soal Kasus Pemerasan THR, Plt Bupati Cilacap Bersumpah: Demi Allah, Saya Nggak Tahu
-
Sampaikan Laporan Akhir ke Presiden, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas Setebal 3.000 Halaman
-
Skandal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Proaktif Lindungi Korban
-
Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global
-
Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan
-
KY Uji Kualitas Ratusan Calon Hakim Agung, Masyarakat Diajak 'Kuliti' Rekam Jejak Peserta