Suara.com - Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) bersama dengan perwakilan mantan pemain Sriwijaya FC melayangkan gugatan di Pengadilan Negeri Palembang terkait hak-hak yang juga belum dibayarkan, Kamis (25/4/2019). Gugatan tersebut teregister perkara nomor 86/Pdt.G/2019/PN.Plg;
Tercatat ada sekitar 28 mantan pemain yang haknya belum dibayarkan oleh tim berjuluk Laskar Wong Kito itu. Gugatan tersebut masih berkaitan dengan sisa tunggakan gaji serta uang muka pemain musim lalu yang belum juga dibayar.
Sebelumnya, APPI telah berusaha menyelesaikan masalah ini melalui jalan damai. Namun, hingga saat ini Sriwijaya FC belum juga membayarkan tunggakan yang seharusnya diberikan kepada pemain.
Oleh sebab itu, APPI melayangkan gugatan perdata terhadap Sriwijaya FC kepengadilan negeri sebagai upaya terakhir. Tentunya, hal tersebut dilakukan setelah adanya laporan kepada APPI terkait hak-hak yang belum dibayarkan.
"Kami berharap gugatan perdata tersebut bisa memberikan jaminan kepastian hukum tidak hanya bagi pesepakbola Sriwijaya FC saja. Tapi juga menjadi edukasi bagi para pesepakbola lainnya dalam memperjuangkan hak-haknya," tulis APPI dalam rilis yang diterima suara.com.
"Kami juga berharap langkah hukum yang kami lakukan sebagaimana tersebut di atas bisa memberikan ketegasan kepada klub Sriwijaya FC, PT Liga Indonesia Baru, PSSI, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), serta stekholder sepak bola Indonesia lainnya agar bisa lebih menjamin dan lebih melindungi hak-hak pesepakbola di Indonesia," lanjutnya.
Diketahui, Sriwijaya FC menunggak hak-hak pemain totalnya sekitar Rp 2,9 miliar. Klub Sriwijaya FC berencana akan membayar hak-hak pemain yang belum diberikan tersebut jika PT Liga Indonesia Baru selaku operator sudah memberikan sisa dana subsidi yang belum dilunasi.
Berdasarkan surat PT Sriwijaya Optimis Mandiri nomor 2/SFC/I/2019 tanggal 7 Januari 2019 yang ditandatangani Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid, diketahui bahwa subsidi PT LIB untuk PT SOM yang masih tertunggak sebesar Rp 2.374.808.702 dari nilai total Rp 7,5 miliar.
Baca Juga: Diisukan Jadi Investor Anyar Sriwijaya FC, Ini Respons Eks Bos Persija
Tag
Berita Terkait
-
Tak Bisa Dipakai Persija Sampai Akhir Musim, Hanif Sjahbandi Sibukkan Diri di APPI
-
Selamat Tinggal, Sriwijaya FC Degradasi ke Liga 3
-
Alex Noerdin Wafat, 3 Jejaknya di Sepak Bola: Dari Sriwijaya FC hingga Coba Datangkan Ronaldinho
-
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Inilah Deretan Kekalahan Terbesar Sepanjang Sejarah Liga Indonesia
-
Baru 20 Tahun, Kadek Arel Resmi Jadi Anggota Exco APPI
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Persiapan Matang Jelang Piala Dunia 2026, Uzbekistan Tantang Eks Anak Asuh John Herdman
-
Ancaman Degradasi Menghantui Persijap Jepara, Kalahkan Persita Harga Mati
-
CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2
-
60 Juta Rakyatnya Hidup Miskin, Kok Bisa Negara Ini Lolos ke Piala Dunia 2026?
-
Timnas Kongo Datang Lagi ke Piala Dunia Membawa Memori Kelam di Edisi 1974
-
Cerita Rekan Maarten Paes Ogah Bela Belgia di Piala Dunia 2026 Demi Tanah Air
-
Kans Bocah 16 Tahun Masuk Skuat Inggris di Piala Dunia 2026, Bakal Pecahkan Rekor Michael Owen
-
Profil Timnas Afrika Selatan: Comeback Usai 16 Tahun, Bafana Bafana Siap Guncang Panggung Global
-
Piala Dunia 2026 Terapkan Protokol Cuaca Ekstrem, Laga Dihentikan Jika Ada Petir
-
Cesc Fabregas Puji Sosok Asal Indonesia di Tengah Isu Latih Chelsea