Suara.com - Tim Kampanye nasional (TKN) pasangan calon 01 Jokowi-Maruf mengaku kasihan pada capres 02 Prabowo Subianto karena pengaruh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Pernyataan itu disebutkan oleh Sekretaris TKN Jokowi-Maruf Hasto Kristiyanto.
Awalnya, pada program Mata Najwa, Rabu (24/4/2019) kemarin, Najwa Shihab meminta tanggapan dari Sekjen Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia Yunarto Wijaya tentang dampak orasi kubu 02.
"Saya ingin minta tanggapan Anda, Totok, orasi-orasi seperti ini, apa dampaknya? "Tidak perlu tunggu 2 Oktober untuk pelantikan,"" kata Najwa Shihab.
Yunarto Wijaya lalu mengatakan bahwa tindakan para pendukung Prabowo itu malah sebenarnya menjerumuskan sang capres hingga kredibilitasnya menurun.
"Menurut saya apa yang dilakukan oleh orang-orang tersebut menjatuhkan kredibilitas Pak Prabowo, yang saya percaya punya jiwa konstitusional, sangat percaya dengan tahapan yang ada dalam demokrasi," ungkap Yunarto Wijaya.
"Tetapi pernyataan, seperti contoh, Amien Rais tadi mengatakan, ada empat quick count yang mengatakan memenangkan Prabowo. Itu data halusinasi, datanya tidak ada. Yang kedua pernyataan-pernyataan "Prabowo harus dilantik", "lembaga survei pasti salah"," tambahnya.
Direktur Eksekutif Charta Politika itu kemudian menyarankan agar barisan pendukung Prabowo tidak menyeret capres junjungannya ke dalam permasalahan yang membuatnya kurang meyakinkan bagi publik.
"Jadi saran saya, bagaimana teman-teman terdekat di Pak Prabowo, jangan jerumuskan terlalu dalam Pak Prabowo dalam ungkapan-ungkapan protes yang saya sebut tadi, bukan kembang demokrasi, itu hama demokrasi," tegas Yunarto Wijaya.
Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Priyo Budi Santoso pun menyampaikan sanggahan terhadap komentar Yunarto Wijaya. Ia juga menyinggung tentang adanya kecurangan yang bersifat masif, terstruktur, sistematis, dan brutal dalam Pemilu 2019.
Baca Juga: Erin Taulany akan Dikonfrontir Pelapor Kasus Diduga Hina Prabowo
"Itu bagian, warna-warna politik yang sudah menjadi kenyataan bagaimana," kata Priyo Budi Santoso. "Tapi menurut pandangan kita, dan saya tahu Pak Prabowo menyampaikan, kalaupun nanti takdir mengantarkan Pak Prabowo sebagai pemenang dalam real count KPU yang sah, kemudian beliau dilantik. Itu adalah sah pada tanggal yang menentukan itu."
Dirinya pun mengajak masyrakat untuk berpikir jernih dan tidak tinggal diam menghadapi persoalan terkait demokrasi.
"Nyatanya banyak para pejuang-pejuang demokrasi sekarang, kita kan geregetan sekali terhadap situasi hiruk pikuk yang luar biasa, kecurangan yang bersifat masif, terstruktur, sistematis, ugal-ugalan, dan brutal," sambungnya.
Setelah itu, Hasto Kristiyanto gantian membantah pernyataan Priyo Budi Santoso. Dirinya melempar balik tuduhan demokrasi ugal-ugalan itu pada BPN.
"Rakyat telah menunjukkan tradisi demokrasi yang baik, semua berjalan dengan aman, hanya elitenya yang kemudian mempersoalkan segala sesuatunya. Padahal, kalau Pak Priyo mengatakan terjadi kecurangan, tempuh saja lewat Mahkamah Konstitusi," jelasnya. "Kenapa kemudian harus mengatakan people power? Justru demokrasi yang ugal-ugalan yang seperti itu, maka mari kita kembali pada trek."
Hasto Kristiyanto juga mengaku sependapat dengan Yunarto Wijaya soal perilaku BPN yang merugikan Prabowo.
Tag
Berita Terkait
-
PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto
-
Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat
-
Sengketa Lahan di TB Simatupang, BPN Jaksel Didesak Segera Blokir 44 Sertifikat SHM
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
H-10 Lebaran, Menteri PU Targetkan Pantura Barat Bebas Lubang
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas