Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sepakat apabila Capres Prabowo Subianto bertemu dengan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi. Sandiaga juga sepakat kalau pertemuan itu dilakukan sebelum rekapitulasi nasional final Pilpres 2019 dilakukan.
Banyak pihak yang menginginkan Jokowi dan Prabowo dapat melakukan pertemuan seusai Pilpres 2019 digelar. Keinginan tersebut diutarakan karena melihat suasana masyarakat yang panas karena perbedaan pilihan selama pesta demokrasi itu bergulir tahun ini.
"Setuju, sangat setuju (Prabowo bertemu Jokowi)," kata Sandiaga di Gedung Senam, Jl Raden Inten, Jakarta Timur, Jumat (26/4/2019).
Sandiaga kemudian sempat ditanyakan oleh wartawan apakah dirinya setuju apabila pertemuan tersebut dilakukan sebelum penetapan rekapitulasi Pilpres 2019 yang jatuh pada 22 Mei 2019. "Iya (setuju)," ujarnya.
Diketahui, salah satu pihak yang mengusulkan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo ialah Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK. JK mengaku optimis situasi di Indonesia akan aman pascapemilu 2019. Wapres JK mengatakan, Indonesia bukan merupakan negara yang baru menjelankan pesta demokrasi.
"Optimis, dalam sejarah 4 kali pemilihan langsung 'enggak' pernah terjadi apa-apa. Aman-aman saja," kata Wapres JK usai melakukan kunjungan ke PT Kawasan Berikat Nusantara di Cakung, Jakarta, Selasa (23/4/2019).
Menurut JK, suasa panas saat penghitungan suara Pemilu 2019 hanya terjadi di media sosial. Sementara kata dia, kehidupan sehari-hari masyarakat tetap berlangsung seperti biasa.
Wapres JK kemudian berharap agar pertemuan antara kedua capres baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto dapat segera dilaksanakan.
Baca Juga: Khofifah Akui Sempat Diperiksa KPK Terkait Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag
Tag
Berita Terkait
-
Soal Isu PAN Beralih ke Jokowi, Sandiaga: Saya Husnuzan Saja
-
Warga Jakarta Terendam, Sandiaga Akui Dapat Laporan Banyak Banjir Kiriman
-
Sambut Positif Zulhas Bertemu Jokowi, Sandiaga: Elite Kita Tak Ada Masalah
-
Kubu Jokowi Minta Prabowo Setop Klaim Menang, BPN: PDIP Terganggu?
-
Jokowi Diminta Temui Prabowo Tanpa Utusan, TKN: Saran Sandiaga Seperti JK
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan