Suara.com - Khalifah kelompok teroris ISIS Abu Bakr Al Baghdadi secara mengejutkan muncul dalam video propaganda untuk kali pertama dalam lima tahun terakhir.
Dalam video tersebut, seperti yang diberitakan The Guardian, Selasa (30/4/2019), Abu Bakr Al Baghdadi mengakui kekalahan ISIS di benteng terakhirnya, Baghouz, Suriah.
Ini adalah video kedua Al Baghdadi. Pada video pertamanya, tahun 2014, Al Baghdadi tampil keren dengan mempropagandakan berdirinya kekhalifahan ISIS di Irak dan Suriah.
Tapi pada video kedua, yang disebar setelah beberapa pekan ISIS dikalahkan di Baghouz, penampilan Al Baghdadi berbeda 180 derajat.
Dalam video itu, Abu Bakr Al Baghdadi tampak lebih kurus. Ia tak berada di ruangan yang bagus, melainkan duduk bersila di ruang sempit. Di sampingnya ada senapan Klasgnikov.
Abu Bakr Al Baghdadi dalam video itu berbicara tidak lebih dari 40 detik, dan tampaknya terbatas dalam gerakannya.
"Sejujurnya, pertempuran Islam dan rakyatnya melawan tentara kafir dan rakyatnya adalah pertempuran yang panjang," katanya.
"Pertempuran Baghuz berakhir. Tapi itu memang menunjukkan kekejaman, kebrutalan dan niat buruk mereka terhadap kami,” klaim Al Baghdadi.
Video itu tampaknya dirancang untuk mengakui kekalahan ISIS di Baghouz, tapi juga untuk membuktikan Al Baghdadi masih hidup guna menghindari perpecahan di antara sisa-sisa tentaranya.
Baca Juga: ISIS Akhirnya Menyerah, Kekhalifahan Abu Bakr Al Baghdadi Jatuh
Sebelum video itu, Al Baghdadi hanya “muncul” ke hadapan publik melalui rekaman-rekaman suaranya. Termutakhir, rekaman suara Al Baghdadi beredar pada Agustus 2018.
Ketidakmunculan dirinya di hadapan publik sejak lama, memunculkan spekulasi Al Baghdadi sudah mati atau terluka.
Sementara teks pidatonya yang dibacakan orang lain dan disebar dalam bentuk video, kali terakhir beredar pada pekan lalu.
Saat itu, Al Baghdadi mengakui ISIS sebagai dalang bom bunuh diri di sejumlah gereja Sri Lanka saat perayaan Paskah 2019, dan menewaskan 250 orang.
Tag
Berita Terkait
-
Irak Hukum Gantung 4 Orang Pengikut ISIS
-
Menyerah, Teroris ISIS Ini Bertanya: Apa di Sini Ada Restoran McDonalds?
-
Khilafah ISIS Runtuh, Bagaimana Proses Pemulangan WNI di Suriah?
-
Cerita Nur Dhania, Gadis Indonesia yang Ajak Keluarga ke Suriah Gabung ISIS
-
ISIS Akhirnya Menyerah, Kekhalifahan Abu Bakr Al Baghdadi Jatuh
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela
-
Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira
-
Diduga Terima Suap Ruko dan Miliaran Rupiah, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana
-
Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan
-
Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo
-
Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat
-
6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur