Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno merespons soal relawan Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin yang membuat sayembara Rp 100 miliar bagi siapapun yang bisa membuktikan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) di Pilpres 2019.
Terkait sayembara itu, Sandiaga menyebut Jokowi sudah mengakui Pilpres tahun ini ada kecurangan. Sandiaga berharap tujuan dibuatnya sayembara itu bisa menyelesaikan masalah kecurangan selama berlangsungnya Pilpres.
"Sudah ada kok, sudah ada kecurangan tersebut dan pak Jokowi sudah bilang sudah ada kecurangan pemilu, sekarang bagaimana kita tindak lanjuti kecurangan tersebut," kata Sandiaga di Aquatic Center Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (2/5/2019).
Sandiaga pun meminta kepada seluruh pihak untuk tidak keluar dari narasi utama, yakni mewujudkan Pemilu 2019. Sandiaga mengungkapkan bahwa pemilu kali ini bukan soal Jokowi - Maruf dan Prabowo - Sandiaga saja.
"Nah ini bagaimana kita sikapi supaya masyarakat bisa menerima. Karena yang bisa tentukan apakah pemilu jujur dan adil adalah masyarakat luas, itu pegangan kita," tandasnya.
Untuk diketahui, sejumlah relawan yang tergabung ke dalam Aliansi 7 Relawan Jokowi - Maruf Amin menggelar sayembara dengan imbalan Rp 100 miliar. Sayembara itu ditujukan agar BPN Prabowo - Sandiaga bisa membuktikan kalau tudungan ada kecurangan terstruktur, sistematis dan masif di Pemilu 2019.
"Atas nama beberapa pengusaha muslim, menyatakan menyiapkan dana Rp 100 miliar, akan dibayarkan cash, kepada pihak siapa pun, yang bisa membuktikan ada kecurangan, minimal 5 persen," kata Ketua Muslim Cyber Army Jokowi, Diki Chandra MM di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Minggu (28/4/2019).
Berita Terkait
-
8 Bulan Kampanye, Prabowo - Sandi Habiskan Dana Rp 211 Miliar
-
Serahkan Laporan Dana Kampanye Manual ke KPU, Sandiaga Layangkan Kritik
-
Pasutri Jihad Jika Jokowi Menang, Gus Nadir: Bukan Syahid Tapi Mati Konyol!
-
Bachtiar Nasir: Ijtimak Ulama Redam Kekecewaan Umat karena Pilpres Curang
-
Habib Rizieq: Prabowo Harus Dinyatakan Menang Pilpres, Berapa pun Suaranya
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar