News / Nasional
Minggu, 05 Mei 2019 | 16:04 WIB
Roy Suryo (Ria Rizki/Suara.com)

Suara.com - Politisi Demokrat Roy Suryo menanggapi rencana pemerintah pusat yang akan membangun kawasan Megapolitan Yogyakarta - Solo - Semarang (Joglosemar) untuk mengoptimalkan sektor pariwisata dalam negeri.

Roy meminta pembangunan ini harus memperhatikan benda arkeologi yang mungkin saja masih terpendam di wilayah Joglosemar.

"Sebaiknya Pembangunan infrastuktur menuju Kawasan Megapolitan Joglosemar tersebut juga harus memperhatikan arkeologi dan Kearifan Lokal yg sangat kental disini," kata Roy dalam keterangannya, Minggu (5/5/2019).

Selain itu, potensi pariwisata di kawasan sekitar Jogja juga harus diperhatikan agar pembangunan merata di kawasan Joglosemar.

"Ke depan perlu dipertimbangkan pengembangan Kawasan Jateng - Barat - Selatan (mulai Puwokerto - Purworejo hingga Jogja) dengan ibukota provinsi tetap Jogja dan Kawasan Jateng Utara - Timur (masih termasuk Solo) dengan ibukota provinsi tetap Semarang," jelasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Republik Indonesia tengah mematangkan pembahasan kawasan Megapolitan Yogyakarta - Solo - Semarang (Joglosemar) untuk mengoptimalkan sektor pariwisata dalam negeri.

"Pada kunjungan hari ini kami melakukan pembahasan berkaitan dengan Megapolitan Jogja-Solo karena memang kami merencanakan tujuan wisata yang 10 Bali baru di antaranya Joglosemar, yaitu Jogja, Solo, dan Semarang," kata Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi pada kunjungannya di Stasiun Solo Balapan, Sabtu (4/5/2019).

Ia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah menyelesaikan jalur ganda kereta api di Jawa bagian selatan. Menurut dia, dengan jalur ganda ini akan menjadikan potensi penggunakan KA bertambah baik.

Selain itu, untuk mendukung potensi pariwisata di Soloraya, Budi meminta agar Kereta Api Uap Jaladara yang selama ini sudah beroperasi di Kota Solo agar memperpanjang rute sebagai variasi.

Baca Juga: Sepekan Beroperasi Kereta Joglosemarkerto Makan Korban

Load More