Suara.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta kepala daerah untuk tidak melobi-lobi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menambah anggaran. Karena, hal tersebut dapat berakibat buruk bagi kepala daerah.
Menurut JK, sudah banyak kepala daerah yang masuk bui lantaran hal tersebut. Setidaknya, ungkap JK, terdapat 20 gubernur masuk bui karena lobi-lobi anggaran tersebut.
"Enggak usah lagi daerah lobi terus menerus di dpr atau di mana-mana. Patut disadari bahwa puluhan bupati ditangkap oleh KPK. Jadi bicara keraslah dalam pertemuan-pertemuan menteri, tapi diterima dengan baiklah daripada," kata JK saat menutup Musrenbangnas, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/5/2019).
JK menuturkan, kepala daerah tak perlu khawatir, karena pemerintah sudah menyusun anggaran dengan porsinya daerah masing-masing.
Apalagi, tambah dia, pemerintah juga selalu menaikkan anggaran daerah setiap tahun.
"Pemerintah Bappenas dan Kementerian Keuangan selalu mengukur dengan adil, Pemerintah pada prinsipnya tahun demi tahun anggaran daerah naik terus menerus dan anggaran pusat kenapa banyak, karena anggaran pusat harus membayar utang bunga services pegawai membayar cadangan-cadangan dan sebagainya. Tapi apabila realnya kita berusaha daerah dapat lebih banyak," tutur dia.
JK pun menyatakan, Kepala Daerah boleh melakukan lobi-lobi anggaran, jika anggaran tersebut untuk pembangunan daerah.
"Itu artinya kalau lobi penting untuk bicara proyek-proyek yang potensial tapi enggak usah melewati lobi dengan calo-calo bayar-bayar anggota DPR, sehingga berakibat buruk," ucap dia.
"Kita menyadari hal tersebut, bukan hanya gubernur hampir 20 Gubernur sudah masuk di suka miskin dan sembilan Menteri. Tidak ada negara yang menterinya dipenjara, mudah-mudahan tidak bertambah lagi," tutup dia.
Baca Juga: Jusuf Kalla: Tak Benar Indonesia Alami Deindustrialisasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi
-
Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer
-
Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan
-
Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik
-
Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut
-
Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup
-
Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal
-
Agenda Lebaran Prabowo 2026: Takbiran di Sumut, Salat Id di Aceh
-
Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri