Suara.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendapat cerita mengejutkan saat buka bersama di rumah dinas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Basuki Hadimuljono, Selasa (14/5/2019) sore kemarin.
Mahfud MD kemudian membagikannya di Twitter. Ia mengungkapkan bahwa rumah pribadi Basuki Hadimuljono di Bekasi akan digusur.
Penggusuran itu, disebutkan Mahfud MD, merupakan bagian dari rencana proyek jalan tol.
Mahfud MD pun terdengar seakan tak menyangka rencana penggusuran itu lantaran Basuki Hadimuljono adalah pemimpin pembuatan jalan.
Guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini kemudian menyinggung seorang pejabat daerah, yang tak disebutkan identitasnya, terkait proyek jalan tol.
Ia menyebutkan, beberapa waktu lalu pejabat tersebut diberitakan telah membelokkan rencana jalan tol supaya tanah pribadinya terhindar dari proyek pembangunan itu.
"Menarik, rumah pribadi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Bekasi akan digusur untuk proyek jalan tol. Padahal dialah yang menjadi pimpinan pembuatan jalan. Dulu diberitakan ada pejabat daerah yang membelokkan rencana jalan tol agar tak melewati tanah pribadinya. Hormat untuk Pak Basuki," cuit @mohmahfudmd, Rabu (15/5/2019).
Pada kicauan berikutnya, Mahfud MD memuji kerendahan hati Basuki Hadimuljono sebagai pejabat pemerintahan.
Dirinya megungkapkan, "Saat berbuka bersama di rumah dinas Menteri PUPR kemarin sore saya dapat cerita dari teman-temannya, betapa sederhananya gaya hidup Pak Basuki. Sejak mahasiswa dulu, termasuk saat studi di USA, ibadahnya kenceng, termasuk rajin salat tahajud untuk selalu bermunajat kepada Allah. Dia adalah pejabat yang rendah hati."
Baca Juga: Rocky Gerung: Pemimpin Itu Bukan Bikin Jalan Tol Tapi Bangun Akal Sehat
Tag
Berita Terkait
-
Pertama Dalam Sejarah, Baru Kali Ini Rumah Pribadi Menteri Digusur!
-
Menteri PUPR: Perbaikan Jalan Seluruh Indonesia Dihentikan H-10 Idul Fitri
-
Pemindahan Ibu Kota, Kementerian PUPR Diminta Rancang Desain Konsep Kota
-
Ditawari Masuk ke Tim Bantuan Bidang Hukum, Mahfud MD: Niat Wiranto Baik
-
Mahfud MD Nilai Polisi Tak Bodoh Tetapkan Eggi Sudjana Tersangka Makar
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?
-
Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex
-
Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose
-
Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku
-
15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak
-
Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos
-
Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Optimalkan Ketahanan Pangan dan Transisi Energi
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Pantau Intervensi Imunisasi Zero Dose di Lampung