Suara.com - Seorang bekas mata-mata CIA divonis hukuman penjara 20 tahun karena menyerahkan informasi pertahanan nasional kepada seorang agen China.
Kevin Patrick Mallory, 62 tahun, dihukum pada Jumat (17/5).
"Kasus ini adalah salah satu dari tren mengkhawatirkan terkait para bekas petugas intelijen AS yang ditarget oleh China dan mengkhianati negara dan kolega mereka," kata Asisten Jaksa Agung John Demers, seperti dilansir dari VOA, Selasa (21/5/2019).
Bukti yang dihadirkan dalam persidangan Mallory termasuk video pengintaian dari sebuah gerai FedEx di Leesburg, Virginia dimana dia terlihat sedang menduplikasi dokumen-dokumen “Sangat Rahasia” ke dalam kartu micro SD.
Dalam sebuah rekaman yang diputar dalam persidangan, Mallory meminta keluarganya untuk mencari kartu yang tersembunyi itu.
Bekas mata-mata itu memiliki 'Izin Pengesahan Keamanan Sangat Rahasia' untuk pekerjaannya dan pernah menduduki beberapa posisi di sejumlah instansi pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe