Suara.com - Pengelola MRT memutuskan untuk menutup seluruh stasiun bawah tanah untuk mengatisipasi kerusuhan di Bawaslu melebar ke wilayah stasiun. Warga hanya bisa naik MRT dengan setengah rute yakni dari Stasiun ASEAN hingga Lebak Bulus.
Humas PT MRT Muhammad Kamaluddin mengatakan penutupan ini dimulai pukul 21.00 WIB mulai dari stasiun Bundaran Hi sampai Stasiun Senayan.
"Baru saja kami terapkan semua stasiun bawah tanah MRT Jakarta ditutup malam ini. Layanan MRT Jakarta malam ini hanya operasional dari stasiun ASEAN ke Lebak Bulus Grab dan sebaliknya," kata Kamaluddin saat dikonfirmasi, Rabu (22/5/2019).
Kamal meminta masyarakat pengguna MRT untuk menggunakan transportasi umum lain menuju Stasiun ASEAN dan melanjutkan dengan kereta MRT hinga tempat tujuan.
"Kami menghimbau warga yang membutuhkan mobilitas di sekitar jalan Sudirman Thamrin untuk menggunakan moda transportasi alternatif lainnya," jelasnya.
Sementara untuk jam operasional MRT tetap seperti biasa melayani penumpang hingga pukul 24.00 WIB.
"Operasional keberangkatan kereta tepat waktu sesuai jadwal dan keamanan sarana prasarana MRT," tutup Kamaluddin.
Baca Juga: Polisi Sita Uang Rp 5 Juta Untuk Operasional Dari Peserta Aksi di Bawaslu
Berita Terkait
-
Polisi Sita Uang Rp 5 Juta Untuk Operasional Dari Peserta Aksi di Bawaslu
-
RS Tarakan Rawat 151 Korban Bentrokan Kerusuhan 22 Mei
-
Polisi Terus Berusaha Pukul Mundur Demonstran di Slipi
-
Sebanyak 2.760 Dolar Amerika Serikat, Disita Polisi Dari Tersangka Perusuh
-
Pendemo 22 Mei di Bawaslu Serang Petugas dari Sisi Kiri dan Kanan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka