Suara.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menanggapi gugatan yang dilayangkan pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke Mahkamah Konstitusi.
Menurut Teddy Gusnaidi, dengan pengajuan gugatan hasil pemilihan presiden ke MK, Prabowo Subianto artinya mengakui bahwa kecurangan yang selama ini diteriakkan ternyata belum terbukti.
"Prabowo secara tidak langsung mengakui bahwa KPU (Komisi Pemilihan Umum--RED) belum terbukti melakukan kecurangan. Dengan ke MK, @Prabowo membantah dirinya sendiri," cuit Teddy Gusnaidi seperti dikutip SUARA.com dari akun jejaring sosial Twitter, @TeddyGusnaidi, Selasa (27/5/2019).
Teddy Gusnaidi berkicau, lantaran sudah memilih ke MK, artinya Prabowo Subianto mesti siap menerima jikalau pengajuannya terkait gugatan terhadap hasil pilpres tidak dikabulkan oleh MK.
"Kalau dia tidak terima, jangan ke MK, tapi buat dan ajukan saja ke Mahkamah Khilafah, hakimnya pilih Amien Rais, agar bisa dikabulkan, sehingga Prabowo bisa jogat joget kegirangan," cuit Teddy Gusnaidi.
Pun Teddy Gusnaidi mengatakan, jangan sampai Prabowo Subianto ke MK, hanya untuk melegitimasi terjadinya kerusuhan susulan. "Kalau nggak mau ikuti hukum negara ini, ya sekalian saja, jangan tanggung," kicaunya.
Teddy Gusnaidi menambahkan, "MK itu lembaga yang dibentuk berdasarkan amanat konstitusi negara ini, jadi kalau masih merasa bagian dari negara ini, patuhi. Kalau mau ikuti kelompok radikal khilafah, dari sekarang saja, hadapi negara ini. Tapi tentu saya berharap @Prabowo hormati hukum di negara ini."
Selain itu, Teddy Gusnaidi pun membandingkan sosok Prabowo Subianto dengan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka atau yang karib disapa Oneng ketika menerima putusan MK.
"Oneng (Rieke Diah Pitaloka) saja yang selisih suara pada Pilkada Jabar tahun 2013 hanya 2,9 persen, yang datanya kalau dikumpulkan masih sanggup, mau menerima putusan MK, apalagi jika selisihnya hingga 12 persen seperti @Prabowo? Mungkin Oneng tidak akan ke MK. @riekediahp," cuit Teddy Gusnaidi.
Baca Juga: Prabowo Minta Jadi Presiden ke MK, Budiman: Jangan Manjakan Anak, Tuips
"Mosok kalah sama oneng? Seorang perempuan yang sering difitnah simpatisan PKI, tapi begitu menghormati dan patuh pada NKRI. Sedangkan @Prabowo yang mantan tentara, malah terindikasi kuat tidak hormati hukum, melanggar hukum dan mau melawan hukum. Tentara kok kalah sama oneng?" kicau Teddy Gusnaidi.
Menurut Teddy Gusnaidi, Oneng kala itu tetap menerima keputusan MK, meski kecewa. Dia juga meminta pendukungnya untuk tidak turun ke jalan.
"Bukan malah memprovokasi pendukungnya sehingga terjadi kerusakan seperti yang @Prabowo lakukan beberapa saat lalu sebelum ke MK," kata Teddy Gusnaidi.
Pun Teddy Gusnaidi menegaskan lagi tantangannya untuk Prabowo Subianto jika tidak menghormati hukum dan melakukan tindakan di luar itu.
"Sekali lagi, saya ingatkan @Prabowo, hormati hukum, terima apapun yg diputuskan, karena Anda memilih ikut pemilu negara ini. Jika Anda melakukan di luar hukum & merusak negara ini, tantangan saya masih terbuka lebar, tentukan tempat, face to face, saya atau Anda yang selesai," kicau Teddy Gusnaidi.
Berita Terkait
-
Prabowo Minta Jadi Presiden ke MK, Budiman: Jangan Manjakan Anak, Tuips
-
Usul Jokowi-Prabowo Ketemu di Ramadan, Ferdinand: Daripada Kucing-kucingan
-
Tak Percaya Media Tapi Prabowo ke MK Bawa Link Berita, Ini Kata BPN
-
Dipanggil Polda Sumut, Dahnil Mengaku Belum Terima Surat Panggilan
-
Demokrat Respon soal Usulan Jokowi dan Prabowo Bertemu Sebelum Lebaran
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Dilaporkan ke Bareskrim, Abu Janda hingga Ade Armando Dituding Provokasi Potongan Video JK
-
Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik Varial Adhi Putra Terkait Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar!
-
Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa
-
Revisi UU Pemilu Mendesak, Eks Penyelenggara Ingatkan Waktu Kian Sempit Jelang 2026
-
Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran
-
Mengejutkan! OPEC Naikkan Kuota Produksi Minyak Usai UEA Mundur, Pengaruh ke Dunia Apa?
-
Revisi UU Pemilu Mandek, Koalisi Sipil Desak DPR Bergerak Sebelum Agustus 2026
-
Mesir Gelar Latihan Militer, Israel Panik Skenario Perang Yom Kippur Terulang
-
KPK Dalami Skema Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Kembali Dipanggil
-
Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?