Suara.com - Ketua Tim Kuasa Hukum pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto membacakan gugatan dalam sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019.
Dalam pembacaan gugatan, pria yang kerap disapa BW sempat menyinggung mengenai sosok eks diktator Nikaragua Anastasio Somoza. Semasa memimpin Nikaragua, Anastasio Somoza menyatakan "Indeed, you won the elections but I won the count (Memang Anda memenangkan pemilihan, tetapi saya memenangkan hasil penghitungan)".
"Kalimat itu dimaknai bahwa kekuasaan diktator punya kekuatan dan otoritas untuk melakukan apa saja yang dikehendakinya dengan melakukan berbagai manipulasi, kecurangan, rekayasa seluruh fasilitas dan infrastruktur kekuasaan, untuk kepentingan dirinya sendiri dan kelompoknya guna memenangkan proses Pemilu," kata BW dalam persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019).
Lantas, siapa sesungguhnya sosok Anastasio Somoza yang dikutip pernyataannya oleh BW?
Berdasarkan hasil penelusuran Suara.com dari berbagai sumber, Anastasio Somoza Garcia merupakan seorang pimpinan diktator yang sangat melegenda di Nikaragua. Ia lahir pada 1 Februari 1896.
Anastasio Somoza Garcia menjadi Kepala Garda Nasional (Guardia) Nikaragua. Ia memimpin gerakan kudeta dan berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Sacasa pada 1936 dengan perolehan suara yang sangat tinggi.
Ia menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Latin dengan total kekayaan diperkirakan mencapai 60 juta dolar Amerika Serikat. Bahkan 40 persen perekonomian Nikaragua dan 30 persen lahan subur dikuasai oleh Anastasio Somoza.
Anastasio Somoza dikenal sebagai sosok yang antipati terhadap masyarakat kecil. Selama masa kepemimpinannya, ia hanya fokus dalam peningkatan kekuatan dan kekayaan pribadi dan politik.
Hampir seluruh institusi di Nikaragua mulai dari militer, polisi, pengadilan, kantor pos hingga transportasi dikuasai oleh keluarga Anastasio Somoza.
Baca Juga: Ini Pendapat Yusril dan Saldi Isra yang Dikutip Tim Prabowo di Sidang MK
Sebagai sekutu Amerika Serikat, ia banyak mendapatkan keuntungan selama menjabat sebagai presiden. Berbagai perusahaan nasional pun berada di bawah kekuasaan Anastasio Somoza.
Selama kurun waktu 1946 hingga 1976, Anastasio Somoza menerima program bantuan militer dengan total lebih dari 29 juta dolar Amerika Serikat dan bantuan ekonomi sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat. Bantuan yang diterima tersebut digunakan untuk memlei berbagai perlengkapan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Pada 21 September 1956, Anastazio Somoza ditembak orang tak dikenal. Ia menghembuskan napas terakhirnya sepekan kemudian. Posisi presiden dilanjutkan oleh anaknya, Luis Somoza Debayle kemudian dilanjutkan oleh Anastasio Somoza Debayle hingga 1979.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur