Suara.com - Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) atau sengketa Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) akan kembali digelar hari ini, Kamis (20/6/2019) pukul 13.00 WIB.
Demi keamanan selama jalannya sidang, aparat kepolisian melakukan sterilisasi gedung MK, khususnya dari bahan peledak. Pantauan suara.com, sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah polisi tampak menyusuri bagian dalam gedung untuk mencari benda mencurigakan.
Dalam penyisiran itu ikut dikerahkan dua ekor anjing pelacak atau unit K-9. Begitu juga pasukan gegana yang juga ikut dikerahkan untuk memeriksa sekitar gedung MK.
Petugas polisi tampak mengarahkan anjing pelacak untuk mengendus berbagai benda yang ada di gedung MK seperti kardus-kardus, laci, lemari, bagian bawah meja dan kursi. Sementara dari tim Gegana menggunakan kaca untuk memeriksa berbagai benda tersebut.
Menurut salah satu petugas polisu, Iptu Idrus Subagya, anjing pelacak yang diturunkan ada dua ekor. Sementara petugas kepolisian ada 20 unit termasuk gegana yang melakukan sterilisasi.
"Ada dua ekor (anjing pelacak), sepuluh personil polisi, rekan gegana ada 10," ujar Idrus.
Menurut dia, nantinya sterilisasi ini akan dilakukan selama masa sidang. Ia mengaku kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pada orang-orang yang bekerja atau yang hadir saat sidang sengketa Pilpres 2019.
"Setiap hari. Jadi kita usahakan MK ini dalam keadaan yang steril, sehingga semua yang bekerja di sini merasa aman," kata Idrus.
Baca Juga: TKN: Curhatan Ancaman Saksi Prabowo Sebatas Dramatisasi Belaka
Tag
Berita Terkait
-
TKN: Curhatan Ancaman Saksi Prabowo Sebatas Dramatisasi Belaka
-
Soal Saksi Prabowo, Mendagri: Mustahil 1 Juta KTP Palsu Terjadi di Pilpres
-
Ditutup Saat Azan Subuh, Ini Fakta Menarik Sidang Sengketa Pilpres di MK
-
Berlangsung Hampir 20 Jam, Sidang MK Ditutup Saat Azan Subuh
-
Berlangsung Hampir 20 Jam, Sidang Sengketa Pilpres Berlanjut Kamis Siang
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut
-
Dicecar Polisi 63 Pertanyaan Terkait Kasus Mens Rea, Pandji Bantah Tuduhan Penistaan Agama