Suara.com - Mabes Polri merasa masih berpeluang untuk kembali menduduki satu posisi di kursi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023. Nama Irjen (Purn) Basaria Panjaitan yang kembali maju Capim KPK salah satu kandidat dari Korps Bhayangkara.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengaku sangat optimistis jika Basaria akan kembali menjabat sebagai pimpinan KPK.
"Masih ada peluang lagi kan bu Basariah, bu Basariah yakin bisa terpilih kembali. Sangat ketat loh, bu Basaria kemungkinan meemiliki peluang yang cukup besar," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).
Diketahui, Basaria merupakan srikandi dari intitusi Poli yang berhasil menduduki kursi kepemimpinan di KPK atas rekomendasi Polri pada 2015.
Ia menjadi perempuan pertama yang mengisi jabatan tersebut. Selepas dilantik menjadi salah satu komisioner KPK, Basariah memilih untuk purna tugas di kepolisian.
Namun demikian, Dedi mengklaim Polri tidak mempunyai target khusus agar bisa mendapatkan kursi pimpinan KPK. Dia mengaku nama-nama perwira tinggi Polri yang maju Capim KPK merupakan orang-orang pilihan.
"Kalau target enggak ada itu kan kewenangan pansel, yang jelas yang ditunjuk ini kan orang-orang terpilih, itu kewenagan pansel, yang jelas Polri sudah mempersiapkan pati-pati, ini Pati yang terbaik, yang memiliki komitmen dan intergitas yang tinggi. Monggo Pansel yang memilih dengan menggunakan mekanimse Pansel," kata dia.
Diketahui, ada sebelas nama perwira tinggi Polri yang direkomendasikan untuk mengikuti seleksi capim KPK, telah lolos pada tahap pertama. Dari 11 nama tersebut, di antaranya Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, dan Staf Ahli Kapolri Irjen Ike Edwin.
Nama-nama lainnya, yakni Irjen Dharma Pangrekun, pati Bareskrim Polri di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Brigjen M Iswandi Hari yang ditugaskan di Kemenakertrans. Brigjen Bambang Sri Herwanto dari Sespim Lemdiklat Polri, Kepala Biro Penyuluhan Hukum Mabes Polri, Bigjen Agung Makbul, dan Irjen Juansih yang kini menjabat Analisis Kebijakan Polri Bidang Pendidikan dan Pelatihan.
Baca Juga: 192 Calon Lolos Seleksi Berkas, Pansel Capim KPK Bakal Minta Masukan Publik
Berita Terkait
-
Seleksi Adminstrasi Capim KPK, 13 Pendaftar dari Polri Lulus 100 Persen
-
Tak Dilarang, Menhan Ryamizard: Anggota TNI Boleh Jadi Capim KPK
-
Maju Capim KPK, Ini Deretan Harta Kekayaan 5 Anak Buah Jaksa Agung Prasetyo
-
Basaria, Laode, dan Alexander Daftar Capim KPK Lagi
-
Pendaftaran Manual Ditutup, 348 Orang Terdaftar Sebagai Capim KPK Jilid V
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba