Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut, Anshor (29), tersangka kasus penganiayaan sopir bus saat kecelakaan di Tol Cipali, mengidap gangguan jiwa yang berat.
Menurutnya, sakit gangguan jiwa yang diidap Anshor itu diketahui dari hasil pemeriksaan kejiwaan.
“Hasil kesimpulan dari pemeriksaan ahli bahwa terperiksa mengalami tanda dan gejala gangguan jiwa berat atau psikotik akut dan sementara,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).
Gangguan jiwa yang dialami Anshor masuk dalam kategori skizofrenia paranoid. Gangguan kejiwaan itu disebut membuat Amsor berhalusinasi.
Dedi menyampaikan ahli kejiwaan juga menilai Anshor tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Itu hasil kesimpulan pemeriksaan ahli,” ujar Dedi.
Kendati demikian, Dedi mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). Ia berkata pihaknya harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Jaksa Penuntut Umum.
“Belum (SP3), kan baru keluar (laporan ahli). Nanti dikonsultasikan dulu dengan JPU,” tutur Dedi.
Sebelumnya, terjadi tabrakan beruntun di Kilometer 150 Jalan Tol Cipali, tepatnya berada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (17/6/2019) dini hari. Kecelakaan tersebut melibatkan empat kendaraan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Tol Cipali, Tetangga Korban: Pak Heruman Sempat Pamit
Akibat tabrakan beruntun ini, sebanyak 12 orang meninggal dunia. Sementara 36 orang lainnya yang menderita luka parah dan ringan dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali, Tetangga Korban: Pak Heruman Sempat Pamit
-
Satu Keluarga Tewas di Cipali, Anak Beberkan Terakhir Kali Heruman Pamit
-
Rumah Duka Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali di Bekasi Didatangi Pelayat
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali, Penyerang Sopir Bus Jadi Tersangka
-
5 Fakta Kecelakaan Maut Bus di Tol Cipali
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Teheran Berduka! Presiden Iran: Serangan Licik Israel Tewaskan Esmaeil Khatib
-
Pemerintah Siapkan Jalan Tol Fungsional dan One Way Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ini Rinciannya
-
Guru Besar Trisakti Nilai Penanganan Kasus Andrie Yunus Bukti Negara Tak Pandang Bulu
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban
-
FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat