Suara.com - Keberadaan nama-nama warung makan yang tidak lazim di Kota Padang Sumatera Barat menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Bahkan, aduan disampaikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Padang untuk menertibkan nama-nama warung tersebut.
Hal tersebut seperti disampaikan Kepala Satpol PP Padang Al Amin. Beberapa nama warung yang dianggap tidak lazim seperti Mie Neraka, Mie Caruik akan menjadi sasaran penertiban.
"Saat ini kami masih dalam proses pendataan dan seluruhnya akan kami data, mulai dari nama, lokasi dan yang lainnya," ujar Al Amin seperti diberitakan Klikpositif.com - jaringan Suara.com pada Rabu 17 Juli 2019.
Sebelum melakukan tindakan keras, Satpol PP Padang akan memberikan peringatan agar pemilik warung mengubah nama warung yang telah didata tersebut diganti dengan nama yang lain.
"Kalau misalnya mereka tetap tidak mengganti nama, kami akan memberikan surat peringatan pertama," lanjutnya.
Namun, jika tetap tidak diindahkan Satpol PP Kota Padang akan melakukan pencopotan nama dari warung yang dianggap tidak lazim tersebut. Menurutnya, hal tersebut telah meresahkan masyarakat dan pihaknya telah mendapatkan laporan itu.
"Kami telah menerima laporan dari masyarakat dan itu yang akan kami proses," lanjutnya.
Disebutkan Al Amin, nama warung yang tidak lazim itu telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2011 tentang ketenteraman dan ketertiban umum.
Menanggapi ancaman tersebut, seorang pedagang yang memiliki warung dengan nama tidak lazim, Mie Judes Narako menyatakan tidak setuju dengan rencana penertiban tersebut.
Baca Juga: Beroperasi Siang, Warung Makan di Padang Dipasang Spanduk Khusus Nonmuslim
Pemilik Mie Judes Narako, Wahyu mengatakan tidak setuju, apalagi diminta untuk mengganti nama yang telah dirintis sejak tiga tahun yang lalu itu.
"Kalau untuk mengganti nama saya tidak setuju, karena pelanggan saya sudah tahu dengan nama ini," ujarnya.
Menurutnya, arti nama Judes Narako yang dipakainya adalah kepedasan yang luar biasa.
"Kalau menurut saya nama ini tidak ada masalah," lanjutnya.
Ia mengkhawatirkan, jika nanti nama warungnya ganti maka pelanggan akan menghilang.
"Nanti kalau namanya diganti, tentu pelanggan tidak tahu lagi dengan produk yang saya sediakan," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Tak Terima Dibotaki, Puluhan Anak Punk Serang Markas Satpol PP
-
Garuk Anak Jalanan, Remaja Hamil Dua Bulan Terjaring Satpol PP Jombang
-
Cari Ikan di Sungai Sayeung, Anggota Satpol PP Aceh Diterkam Buaya
-
Gerebek Suami Ngamar sama Selingkuhan, Sang Istri Bawa Pasukan Satpol PP
-
Jadi Sarang PSK, Lokalisasi Sunan Kuning Bakal Ditutup Sebelum Agustusan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter