Suara.com - Eks Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terlibat debat sengit dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Perdebatan itu dipicu kontroversi mengenai Rapper Rich Brian yang baru saja bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dino Patti Djalal menjelaskan duduk persoalan yang menyebabkan ia menyebut Rich Brian bukanlah rapper panutan. Sebagai seorang idola, tingkah laku Rich Brian akan diikuti oleh para fansnya.
Dino Patti Djalal juga menuding Triawan Munaf sudah kehilangan perspektif. Sebab, ia dinilai membiarkan seorang musisi berprestasi untuk berkata jorok dan kotor dalam media sosial.
"Re kontroversi RichBrian, masalahnya simple: apakah seorang musisi berprestasi boleh bebas berkata jorok/kotor dalam medsos yang pasti dibaca+ditiru anak-anak kecil yang mengidolakannya,? Jawaban saya sebagai orangtua sangat jelas: TIDAK. Jawaban anda? Jangan kehilangan perspektif. @Triawan," cuit @dinopattidjalal seperti dikutip Suara.com, Jumat (19/7/2019).
Tak lama berselang, Triawan Munaf mengomentari tudingan dari Dino Patti Djalal. Triawan Munaf menegaskan bila ia tidak kehilangan perspektif.
Terkait pertanyaan yang dilontarkan oleh Dino Patti Djalal, Triawan Munaf justru meminta Dino Patti Djalal menemukan jawabannya sendiri dengan membaca komentar dari para warganet atas sindiran yang dibuat oleh Dino sendiri.
"Jawaban saya? Memangnya perlu? Ok deh. Jawaban saya sesuai dengan jawaban sebagian besar tweet yg merespon anda, simak saja. Dan saya tidak kehilangan perspektif," ungkap Triawan Munaf.
Sebelumnya, melalui akun Twitter @dinopattidjalal ia menyebut bahwa Rich Brian bukanlah rapper panutan. Sebab, Rich Brian seringkali mengeluarkan cuitan bernada jorok, porno, kasar dan terkesan merendahkan.
"Maaf, walaupun ia mungkin berprestasi, saya sebagai seorang ayah memandang rapper diaspora Rich Bryan BUKAN panutan / tauladan bagi pemuda Indonesia, mengingat tweet-nya yang sering bernada jorok, porno, kasar, dan kadang merendahkan wanita," cuit @dinopattidjalal.
Baca Juga: Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup di Hambalang, Wartawan Dilarang Masuk
Triawan Munaf juga sempat memberikan komentar menohok untuk Dino Patti Djalal saat kakak Rich Brian, Sonia Eryka membongkar rekam jejak digital Dino.
Dino Patti Djalal pernah hendak mengundang Rich Brian sebagai pembicara di Supermentor Los Angeles.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu
-
Ketua Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Kematian Anak 12 Tahun usai Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
-
Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India
-
Tragedi Filisida Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ini Penjelasan KPAI
-
BGN Tegaskan Tak Ada Pembagian MBG Saat Sahur, Ini Jadwalnya Selama Ramadan
-
Testimoni Wali Murid: Sekolah Rakyat Bawa Perubahan Nyata bagi Anak
-
Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia