Suara.com - Partai Demokratik, yang beroposisi di Hong Kong, sedang menyelidiki serangan oleh tersangka gengster Triad terhadap penumpang kereta pada Minggu (21/7/2019), setelah kekerasan terjadi pada malam hari yang membuka krisis politik baru yang semakin dalam di kota tersebut.
Teriakan terdengar ketika beberapa pria, yang memakai kaus putih dan sebagian bersenjatakan tongkat, memenuhi stasiun Desa Yuen Long dan menyerbu satu kereta, serta menyerang penumpang, demikian rekaman yang diambil oleh pelaju dan anggota Parlemen dari Partai Demokratik Lam Cheuk-ting.
Sebagian penumpang telah ikut dalam pawai anti-pemerintah dan serangan itu dilakukan setelah beberapa ribu pegiat mengepung kantor wakil China di kota tersebut, demikian laporan Reuters. Belakangan pemrotes itu bentrok dengan polisi.
Lam, yang cedera dalam serangan tersebut, mengatakan ia marah dengan lambannya reaksi polisi setelah ia memberitahu mereka mengenai serbuan itu, demikian laporan lembaga penyiaran yang didanai pemerintah RTHK.
Lam mengatakan perlu waktu lebih dari satu jam buat polisi untuk setelah ia memberitahu mereka dan mereka telah gagal melindungi masyarakat, sehingga anggota Triad mengamuk. Partai tersebut sekarang sedang menyelidiki peristiwa itu.
"Apakah Hong Kong mengizinkan anggota Triad melakukan apa yang mereka mau, memukuli orang di jalan dengan senjata?" ia bertanya kepada wartawan.
Polisi pada Senin pagi mengatakan mereka belum melakukan penangkapan apapun di stasiun tersebut atau selama pemeriksaan lanjutan di satu desa yang berdekatan tapi mereka masih melakukan penyelidikan.
Yau Nai-keung, Asisten Komandan Polisi Kabupaten Yuen Long, mengatakan kepada wartawan bahwa patroli awal polisi harus menunggu bantuan lebih banyak mengingat situasi yang melibatkan lebih dari 100 orang.
Beberapa kelompok orang dengan berpakaian putih dilihat oleh saksi mata dengan membawa tongkat dan potongan bambu di satu desa yang berdekatan tapi Yau mengatakan polisi "tidak melihat senjata" ketika mereka tiba.
Baca Juga: Takut Ditangkap, Demonstran Hong Kong Ramai-ramai Lari ke Taiwan
Pemrotes menuntut pencabutan penuh rancangan undang-undang yang mestinya mengizinkan tersangka diekstradisi ke China Daratan untuk diadili, tempa pengadilan dikuasai oleh Partai Komunis, karena khawatir tindakan tersebut akan merusak independensi pengadilan di Hong Kong. (Reuters/Antara)
Berita Terkait
-
Takut Ditangkap, Demonstran Hong Kong Ramai-ramai Lari ke Taiwan
-
Ng Ka Long Angus, Pebulutangkis Hong Kong Keturunan Indonesia
-
Hong Kong Kembali Dilanda Rusuh, Polisi Tangkap 47 Orang
-
Protes Kekerasan Polisi, Asosiasi Jurnalis Hong Kong Lakukan 'Pawai Bisu'
-
Nyatakan RUU Ekstradisi Batal, Pemimpin Hong Kong Tak Dipercaya Demonstran
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS, Timur Tengah di Ambang Eskalasi
-
Satu Warga Abu Dhabi Tewas, Uni Emirat Arab Ancam Balas Serangan Iran
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya
-
BGN Tegaskan Info Pembukaan PPPK Tahap 3 Hoaks, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
-
KPK Soroti Mobil Dinas Rp 8,5 M Gubernur Kaltim, Ingatkan Risiko Korupsi Pengadaan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Parade Harmoni Imlek Nusantara 2026 Digelar Sore Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB