Suara.com - Kementerian Kesehatan Costa Rica membenarkan sebanyak 19 orang meninggal dunia akibat mengonsumsi minuman keras yang diduga dioplos dengan metanol.
Kementerian itu mengatakan pada Jumat (19/7) bahwa penyelidikan masih dilakukan, tapi sejauh ini pihaknya telah mendapati 14 laki-laki dan lima perempuan yang meninggal dunia setelah meminum miras oplosan itu sejak awal Juni. Para korban berusia antara 32 sampai 72 tahun.
Para pejabat pemerintah telah menyita sekitar 30.000 botol dari merek-merek yang diduga mengandung metanol, dengan nama-nama seperti ``Aguardiente Molotov'' dan ``Guaro Gran Apache.'' Terjemahan dari aguardiente adalah "air api." Aguardiente dan guaro biasanya disuling dari tebu.
Penjual miras terkadang mengoplos produk mereka dengan metanol yang beracun untuk menaikkan margin keuntungan atau menaikkan
kadar alkohol.
Sumber: VOA Indonesia
Berita Terkait
-
Kenali, Ciri-ciri dan Gejala Keracunan Miras Oplosan Metanol
-
Polemik Legalisasi Sopi, Gubernur Maluku: Jangan Bandingkan dengan NTT
-
Jelang Lebaran, Polisi Gagalkan Penjualan Minuman Keras di Garut
-
Pesta Miras dan Mesum di Warung Remang-remang, 4 Remaja Ditangkap Satpol PP
-
Pesta Miras di Makam Keramat, Tiga Pria dan Dua Wanita Diciduk Satpol PP
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua
-
Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya