Suara.com - Seorang guru SD ketahuan memiliki pekerjaan sampingan menjual sabu-sabu. Ia mengaku mulai melakukannya sejak awal tahun ini karena masalah keuangan.
Dikutip Suara.com dari Utusan Borneo, pria 49 tahun itu ditangkap bersama istrinya dan seorang pria yang merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Lokasi penangkapan yakni di depan sebuah restoran di Selangau, Sarawak, Senin (22/7/2019) sekitar pukul 11 siang waktu setempat.
Saat itu ketiganya berada di dalam mobil bersama dengan dua anak mereka, yang berusia 17 dan 9 tahun.
Di dalam mobil itu terdapat tiga paket kecil sabu-sabu seberat 2,85 gram, yang dimasukkan ke dalam bungkus rokok.
Saat diinterogasi, sang guru mengatakan bahwa ia menjual narkoba dalam jumlah kecil di daerah perkebunan kelapa sawit Selangau dan Mukah karena menghadapi kesulitan keuangan.
Ia juga mengatakan bahwa stoknya ia dapat dari pengedar di Sibu.
Setelah diperiksa, sampel urine ketiganya dinyatakan negatif, dan mereka akan ditahan selama empat hari untuk keperluan penyelidikan.
Baca Juga: Nunung Positif Pakai Sabu, Ini Risiko Penyakit yang Mengintai
Berita Terkait
-
Dua Anak SD Ini Trauma ke Sekolah karena Sering Dicubiti Guru
-
Dicerai Mantan Raja Malaysia, Begini Curhat Eks Ratu Kecantikan Rusia
-
Sempat Kontroversi, Bubble Tea Xin Fu Tang Akhirnya Dapat Sertifikat Halal
-
Terpaksa Belajar di Rumah karena Tak Ada Biaya, Kisah Remaja Ini Jadi Viral
-
Makan di Malaysia, Mahfud MD Cerita Pengalaman Aneh Pesan Air Putih
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Amien Rais Desak Reshuffle Total: Akui Kesalahan Tak Bikin Prabowo Jadi Pemimpin Tempe
-
AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran? Puluhan Pesawat Amunisi
-
Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!
-
Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak
-
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
-
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha
-
Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik