Suara.com - HU, sopir mobil Mitshubisi Pajero yang ugal-ugalan di Jalan Raya Kebayoran Lama, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ternyata menambrak pengenda sepeda motor. Korban tabrak lari yang viral di media sosial itu adalah seorang ibu-ibu berinsial MU (54).
Kapolsek Kebon Jeruk, AKP Erick Sitepu mengatakan, ibu-ibu yang menjadi korban tabrak lari itu mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kepala.
"Korban hanya menderita luka lecet di kepala dan di tangan," kata Erick saat dikonfirmasi, Kamis (25/7/2019).
Erick mengatakan, saat ini korban telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Petugas kepolisian juga sudah mendatangi korban untuk digali keterangannya soal kasus kecelakaan tersebut.
"Korban lagi diberikan pengobatan di puskesmas Kebon Jeruk. Nanti korban diambil keterangan oleh petugas laka lantas Jakarta Barat didampingi petugas Polsek Kebon Jeruk setelah diberikan pengobatan di puskesmas," sambungnya.
Sebelumnya, beredar video viral aksi tabrak lari sebuah mobil, siang tadi.
Kronologi tabrak lari tersebut bermula saat pelaku HU bersama dua penumpang, AS dan SY hendak bertolak dari kediaman temannya di kawasan Joglo, Jakarta Barat menuju arah Bekasi melalui Jalan Raya Kebayoran Baru. Namun, mobil mewah yang dikemudikan HU menabrak pengendara sepeda motor.
Seusai menabrak sepeda motor, HU lantas kabur karena panik. Akhirnya, warga di sekitar lokasi langsung melakukan pengejaran. Massa pun kemudian mengamuk dan merusak mobil yang dikendarai HU.
Polisi pun telah menangkap sopir Mitshubisi Pajero dan dua penumpang di mobil itu. Mereka hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kebon Jeruk.
Baca Juga: Tabrak Lari, Detik-detik Sopir Pajero Hantam Pemotor hingga Diamuk Warga
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan