Suara.com - Sri Lanka telah memerintahkan pengembalian 213 peti kemas dari Inggris setelah menemukan limbah plastik dan biologi termasuk dugaan bagian tubuh manusia di sampah itu, kata beberapa pejabat pemerintah pada Kamis (25/7/2019).
Sri Lanka adalah yang paling akhir dari serangkaian negara Asia yang menolak sampah yang dikirim dari negara Barat, setelah China melarang impor barang seperti itu, dan mengganggu arus jutaan ton setiap tahun.
"Ada penyelidikan yang dilakukan dan kami juga telah memberitahu importer agar segera mengirim kembali ke pelabuhan pertama sampah tersebut diekspor," kata Juru Bicara Be-Cukai Sri Lanka Sunil Jayaratne seperti diwartakan Reuters.
"Inggris telah melanggar Konvensi Basel," kata Jayaratne, yang merujuk kepada kesepakatan PBB mengenai perdagangan sampah plastik.
Selama dua bulan belakangan ini, Filipina, Indonesia dan Malaysia semuanya telah memerintahkan pengembalian sampah yang dikirim dari Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Australia dan negara lain.
Sebanyak 180 negara mencapai satu kesepakatan pada Mei untuk mengubah Konvensi Basel guna membuat perdagangan global mengenai sampah plastik dan tindakan yang lebih transparansi dan lebih baik diatur, pada saat yang sama menjamin bahwa penanganannya lebih baik buat kesehatan manusia dan lingkungan hidup.
Amerika Serikat, eksporter utama sampah plastik, belum mensahkan kesepakatan yang berusia 30-tahun itu.
Berita Terkait
-
OKI Khawatirkan Meningkatnya Insiden Anti Muslim di Sri Lanka
-
Rusuh Anti Islam, Perusuh Bakar Pabrik Milik Muslim di Sri Lanka
-
Rusuh Anti Muslim di Sri Lanka Telan Korban Jiwa
-
Marak Unggahan Anti Muslim, Sri Lanka Blokir Akses Media Sosial
-
Ratusan Perusuh Serang Masjid, Sri Lanka Berlakukan Jam Malam
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!