Suara.com - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu Arief Poyuono turut menangapi insiden listrik padam secara massal atau blackout pada Minggu (4/8/2019).
Ia menyayangkan sikap direksi PT PLN terkait kejadian itu. Bahkan Arief Poyuono meminta Presiden Joko Widodo untuk mencopot seluruh direksi.
Hal itu disampaikan dalam acara Mata Najwa yang diunggah kanal YouTube Najwa Shihab pada Rabu (8/8/2019).
Awalnya Arief Poyuono menyayangkan ketidakhadiran direksi PLN dalam acara tersebut yang disebut Najwa Shihab batal secara mendadak tanpa alasan. Baginya hal itu menunjukkan sikap tidak tanggung jawab di hadapan publik.
"Tidak hadirnya direksi PLN atau perwakilannya adalah bentuk rasa tidak punya tanggung jawab kepada publik. Seharusnya media ini bisa digunakan untuk menjelaskan kepada publik apa yang terjadi sehingga terjadi pemadaman listrik di setengahnya Pulau Jawa. Ini bencana ekonomi lo," tutur Arief Poyuono.
Arief Poyuono pun menilai kemarahan Presiden Jokowi terkait hal ini sebagai suatu hal wajar.
"Artinya ini menunjukkan direksi-direksi PLN tidak punya sense tanggung jawab. Jadi wajar kalau Pak Jokowi marah," paparnya.
Politisi Partai Gerindra meminta direksi PLN menjelaskan secara gamblang penyebab blackout yang dinilainya kurang masuk akal. Namun ketidakhadiran direksi atau perwakilan PLN justru membuat hal itu makin samar.
"Kenapa tidak bisa hadir, jelaskan dong kepada masyarakat. Kalau memang blackout, blackoutnya benar enggak pohon sengon penyebabnya. Masa pembangkit mati lima-limanya di Surabaya. Masa di tempat berbeda antara Ungaran sama Pemalang rusak, lah ini apa-apaaan?" tanya Arief Poyuono.
Baca Juga: Lucky Hakim : Maaf dari PLN Tak Akan Hidupkan Kembali Ikan-ikan Saya
Pun saat ditanya Najwa Shihab tentang kecurigaan penyebab pemadaman listik massal, Arief memberi jawaban mencengangkan.
"Apa kecurigaan Anda?" tanya Najwa.
"Direksinya nggak benar, harus dicopot semua. Jangan hanya bertanggung jawab. Pak Jokowi bertanya, dia menjawab. Menanggung menjawab tidak ada.
Secara tegas Arief Poyuono tak segan untuk melaporkan insiden blackout ke jalur hukum bila terbukti menelan korban jiwa.
"Ini saya belum mengajukan gugatan, kalau ada yang meninggal akibat pemadaman listrik patut kita pidanakan semua direksi PLN.
Kekesalan Arief Poyuono semakin memuncak setelah mengetahui kerugian akibat pemadaman listrik massal yang dialami masyarakat. Untuk itu, ia meminta presiden untuk memberi sanksi berat kepada direski PLN.
"Artinya ini fatal, saya sudah meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memecat semua direksi PLN," tutup Arief Poyuono.
Berita Terkait
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Akan Terulang, Intinya Kompak!
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk