Suara.com - Belum lama ini, serikat pekerja di Barcelona, Spanyol menuntut pemerintah setempat segera turun tangan mengentaskan keluhan para pekerja restoran cepat saji, Burger King.
Para pekerja yang merasa haknya dirampas mengeluhkan aturan restoran cabang Barcelona tersebut sebab melarang karyawannya menumbuhkan brewok.
Tak tanggung-tanggung serikat pekerja setempat menyebut aturan itu telah 'menginjak martabat para pekerja'. Dalam tuntutannya, mereka berharap seluruh karyawan Burger King di Spanyol bebas menumbuhkan rambut di wajah mereka.
Laporan VICE International menyebut pada tahun 2007, salah satu gerai Burger King di Brookhaven, Amerika Serikat dikenakan sanksi denda 15.800 dollar atau setara Rp 221 juta oleh pengadilan setempat, pasca memecat salah satu karyawannya yang menolak mencukur jenggot.
Bukan tanpa alasan, sang karyawan teladan bereputasi baik tersebut menumbuhkan jenggot dan menolak mencukurnya sebab sunah yang ia yakini dalam agama Islam. Pemecatan sepihak dengan alasan menolak mencukur jenggot merupakan tindakan sewenang-wenang menurut pengadilan Brookhaven.
Lantas, gimana menurutmu?
Berita Terkait
-
Real Madrid Hancur dari Dalam! Los Blancos Bakal Hukum Berat Valverde dan Tchouameni?
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gerard Pique Dihukum Larangan Dua Bulan usai Ribut dengan Wasit
-
AS Monaco Ingin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan