Suara.com - Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengapresiasi pernyataan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang menyebut sistem bernegara Indonesia menganut sistem kapitalis yang liberal.
Musni melalui akun Twitter @musniumar menilai apa yang dikatakan oleh Surya Paloh merupakan pernyataan jujur dan terbuka. Ia sendiri mengatakan para ilmuwan tak berani mengkritik ihwal sistem bernegara Indonesia semisal yang dikatakan Surya Paloh.
"Saya apresiasi pernyataan jujur dan terbuka Surya Paloh: Indonesia kini, negara kapitalis yang liberal. Ilmuan takut kritik karena Pancasila sekarang dijadikan alat pukul ke yang kritis - lawan politik,"
Musni kemudian juga mengkritik pernyataan 'saya Pancasila dan saya Indonesia' hanya menjadi jargon semata. Karena kenyataan di lapangan ucapan tersebut tidak diterapkan.
"Buat jargon saya Pancasila saya Indonesia tapi tidak diamalkan dalam berbangsa dan bernegara," kata Musni.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebutkan sistem bernegara Indonesia menganut sistem kapitalis yang liberal. Kata dia sebenarnya Indonesia malu-malu kucing untuk mendeklarasikan sebagai negara kapitalis yang liberal.
Surya Paloh mengatakan itu saat memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, yang bertajuk "Tantangan Bangsa Indonesia Kini dan Masa Depan".
"Ketika kita berkompetisi (Pilpres dan Pilkada), wani piro. Saya enggak tahu lembaga pengkajian UI ini sudah mengkaji wani piro itu saya nggak tahu, praktiknya yang saya tahu money is power, bukan akhlak, bukan kepribadian, bukan attitude, bukan juga ilmu pengetahuan. Above all, money is power," kata Surya Paloh, di Jakarta, Rabu.
"Kita ini malu-malu kucing untuk mendeklarasikan Indonesia hari ini adalah negara kapitalis, yang liberal, itulah Indonesia hari ini," jelas Paloh.
Baca Juga: Ketika Surya Paloh Mulai Bicara Sistem Bernegara Kapitalis yang Liberal
Berita Terkait
-
Ketika Surya Paloh Mulai Bicara Sistem Bernegara Kapitalis yang Liberal
-
Surya Paloh: Sistem Bernegara Indonesia Kapitalis yang Liberal
-
Megawati Minta Kursi Menteri Terbanyak, Surya Paloh: Wajar Partai Pemenang
-
Nasdem Jadi Oposisi? PDIP: Pilihan Mereka Kalau Mau
-
Nasdem: Surya Paloh Tak Pernah Bicara Dukung Anies Nyapres
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang
-
Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!