Suara.com - Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya melakukan sidak ke sejumlah titik yang memperlihatkan adanya pencemaran Sungai Cileungsi. Dari hasil sidak, nyatanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor tidak mampu menangani pencemaran sungai tersebut.
Sidak itu dipimpin langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho. Sidak itu juga merupakan bagian dari proses memonitoring tindakan korektif Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Pencemaran Sungai Cileungsi pada awal 2019.
"Kami ingin melihat apakah DLH Kabupaten Bogor sudah mampu menangani pencemaran Sungai Cileungsi yang sesuai dengan tindakan korektif yang telah kami sarankan di awal tahun 2019 yang lalu," kata Teguh dalam keterangan persnya, Selasa (28/8/2019).
Sidak itu kemudian dilaksanakan di beberapa titik yang ditengarai sebagai permulaan terjadinya pencemaran seperti di Jembatan Wika, Jembatan Narogong, serta Jembatan Pocong. Dalam kegiatan sidak itu, pihaknya menemukan ratusan ikan sapu-sapu mati di titik terakhir.
Kondisi air sungai Cileungsi juga terlihat menghitam, berbau dan berbusa. Dengan adanya temuan ikan yang mati maka muncul indikasi apabila air sungai Cileungsi tercemar limbah kimia yang dihasilkan oleh pabrik di sekitaran sungai.
"Untuk memastikan tingkat pencemaran Sungai Cileungsi, kami akan meminta data pemeriksaan kondisi air terakhir dari DLH Kabupaten Bogor dan DLH Kota Bekasi, serta mengecek keakuratan hasil pemeriksaan tersebut ke Laboratorium yang melakukan pengecekan," tegas Teguh.
Dengan demikian, Teguh menganggap kalau DLH Kabupaten Bogor tidak mampu menangani masalah pencemaran Sungai Cileungsi. Selain itu, muncul fakta lain yakni para pelaku kejahatan lingkungan tahun lalu yang diajukan ke proses hukum hanya dijerat dengan Perda saja tidak dengan Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
"Melihat dampak kerugian yang ditimbulkan akibat pencemaran Sungai Cileungsi ini, tidak hanya kematian biota Sungai Cileungsi, tapi juga bau menyengat yang harus ’dinikmati' warga di sepanjang jalur Sungai Cileungsi," ujarnya.
Lebih lanjut, Teguh menerangkan apabila DLH Kabupaten Bogor tidak mampu menjadi leading sector penanganan pencemaran sungai Cileungsi, maka dari itu penanganan akan dialihkan kepada DLH Pemprov Jawa Barat serta jajarannya.
Baca Juga: Tercemar Limbah, Air Sungai Banjir Kanal Timur Berbusa
"Jika diperlukan, kami akan meminta kesiapan dari Gubernur Jabar terkait dengan penanganan pencemaran ini, karena ini sudah lintas Kabupaten/Kota," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
-
Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
Terkini
-
Ancaman Perang Timur Tengah, DPR Desak Travel Jamin Keamanan dan Kepulangan Jamaah Umrah
-
PM Anwar Ibrahim Sanjung Try Sutrisno 'Negarawan Sejati': Malaysia Berduka Sedalam-dalamnya
-
Sivitas Akademika UGM Kompak Tolak Perjanjian Dagang RI-AS Dinilai Ancam Kedaulatan
-
Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Malah Makin Menjadi
-
Iran Tergaskan Tak Bakal Tumbang Meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Wafat
-
Kapal Tanker Berbendera AS Dihantam Proyektil Iran, Selat Hormuz Lumpuh Total
-
Menhan AS Sebut Operasi Militer Lawan Iran Bukan Perang Tanpa Akhir
-
Catat Waktunya, Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
-
Horor Sahur di Bekasi: Perampokan Maut di Jatibening, Suami Tewas dan Istri Kritis
-
Arab Saudi Cegat Drone di Dekat Pangkalan Udara Prince Sultan Air Base