Suara.com - Balai Kota DKI Jakarta membuka posko pengaduan bagi warga Ibu Kota yang melaporkan masalah-masalah kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Posko pengaduan itu di Balai Kota setiap pukul 07.30 WIB sampai 09.00 WIB.
Salah satu masyarakat yang datang ke posko itu adalah Ida Wak Dulloh, warga pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan.Ida datang pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.
Menurut salah satu petugas bagian pendaftaran yang tak mau disebutkan namanya, Ida datang dengan tujuan bertemu Anies. Namun, petugas itu mengaku tidak mengetahui rinci maksud dari Ida ingin menemui orang nomor wahid di Jakarta itu.
Pada buku pendaftaran ditulis Ida memiliki keperluan silaturahmi keluarga. Namun menurut petugas tersebut, Ida hanya mengaku-ngaku sebagai keluarga Anies.
"Ngaku-ngaku saja tadi, minta ketemu Pak Anies," ujar petugas tersebut di lokasi, Jumat (30/8/2019).
Namun, apa daya, tujuan Ida untuk bertatap muka langsung dengan Anies kandas. Sebab, menurut petugas, Anies hari ini sedang berada di luar kantor.
Karena itu Ida langsung pulang meninggalkan posko pengaduan tersebut.
"Ya pak Aniesnya enggak ada. Langsung pulang jadinya," kata petugas itu.
Baca Juga: Bantah PSI Soal Posko Pengaduan Warga Berhenti, Anies: Setiap Pagi Ada
Tag
Berita Terkait
-
Hingga Layanan Ditutup, Posko Pengaduan Warga DKI Sepi Pengunjung
-
Satu Jam Dibuka, Posko Pengaduan Warga di Balai Kota Masih Sepi Petugas
-
PSI Buka Posko Pengaduan Warga, Anies: Bukan Hal Baru, Biasa Saja
-
Status Ibu Kota Segera Dicabut, Anies Siapkan Jakarta jadi Daerah Otsus
-
Sepakat dengan Firman TGUPP Pemprov DKI, BW: Mungkin Betul Raja Juli Hoaks
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?