Suara.com - Paspor merupakan salah satu dokumen yang wajib dijaga oleh si pemilik identitas. Salah satu bagian paspor rusak, bisa jadi Anda gagal liburan seperti turis pria berikut ini.
James (22), batal menikmati liburan bersama keluarganya di Karibia. Pria ini telah tiba di Bandara Gatwick sebelum akhirnya ditolak oleh pihak imigrasi untuk naik ke pesawat.
Bersama kedua orang tua dan saudaranya, awalnya James hendak menghabiskan liburan di Karibia.
Namun sayang, seorang staf memeriksa paspor mengatakan bahwa James tidak dapat terbang dengan anggota keluarga lainnya di pesawat.
Bukan tanpa alasan, ternyata sang ibu, Claire menyadari bahwa paspor anaknya ada robek di salah satu halamannya.
Padahal, turis asal Lowestoft tersebut sudah menghabiskan biaya sebesar 5.935 poundsterling (Rp 102 juta) untuk liburan di Karibia.
Dilansir Suara.com dari laman The Sun, Senin (2/9/19) biaya tersebut juga sudah termasuk menginap satu minggu di Hotel Riu Palace yang tergolong mewah.
Claire mengatakan bahwa dirinya sudah memeriksa pedoman pemerintah yang menegaskan bahwa selama halaman foto paspor masih utuh tidak akan ada masalah.
Sebelumnya bahkan James telah menggunakan paspor tersebut untuk liburan bersama teman-temannya ke Siprus, Ibiza dan Amsterdam.
Baca Juga: Duh, Namanya Dinilai Tak Sopan, Pria Ini Gagal Membuat Paspor
"Wanita di bandara yang paling menjengkelkan itu datang, dia berteriak bahwa James tidak akan bisa pergi Aruba," ungkap Claire.
"Betapa shocknya suamiku ketika mendengarnya, anak perempuan saya menangis, dan tentunya James mulai gelisah," imbuhnya.
Akhirnya, Claire dan sang suami harus mengambil keputusan yang cukup menyiksa.
Mereka akhirnya tetap pergi berlibur dengan putrinya, sementara kedua putranya harus pulang kembali ke rumah.
Sedihnya lagi, ketika tiba di Karibia, petugas bea cukai mengatakan kepada Claire bahwa masalah paspor yang dialami James sebenarnya baik-baik saja.
Jadi sebenarnya putranya masih bisa masuk ke negara tersebut tanpa harus khawatir dengan kondisi salah satu kertas paspornya tersebut.
Berita Terkait
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Tersandung Skandal Pasporgate, Tim Geypens Menyesal Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Pluim Duga PSSI Tutup Mata Soal Risiko Paspor Pemain Naturalisasi: Ada Ambisi ke Piala Dunia
-
Pasporgate Mereda! 4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Sudah Bisa Merumput Lagi di Belanda
-
Hari Pertama ASN WFH, Ditjen Imigrasi Pastikan Layanan Paspor hingga Pengawasan Tetap Normal
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan