Suara.com - Belum lama ini publik dikejutkan dengan kisah seorang pria yang gagal alias tak bisa membuat paspor gara-gara namanya sendiri.
Dilansir Suara.com dari laman Independent, Rabu (7/8/19) bahkan pria ini sudah tiga kali ditolak saat membuat paspor di Inggris.
Bukan tanpa alasan, ternyata paspor tersebut tak dapat dibuatnya karena namanya dinilai terlalu vulgar dan kasar.
Ya, ternyata nama lengkap dari pria ini ialah Kenny Fu-Kennard. Kalau dilafalkan dengan bahasa Inggris, Anda tentunya sudah tak asing lagi bukan dengan istilah ini?
Usut punya usut ternyata pria berusia 33 tahun ini sebenarnya memiliki nama asli yakni Kenny Kennard.
Tetapi, beberapa tahun yang lalu, Kennard memutuskan untuk mengubah namanya jadi Fu-Kennard.
Lalu apa lasan Kenny mengubah nama belakangnya?
"Hidup terlalu singkat, jangan sampai jadi membosankan. Saya memilih nama tersebut karena lucu dan berbeda dari orang lain," tutur Kenny.
Seumur hidupnya, Kenny sendiri telah 3 kali mengganti namanya. Mulai dari Kenny Kennard, Coco Kennard sampai Kenny Fu-Kennard.
Baca Juga: Terlalu Ceroboh, Remaja Ini Tertahan di Resor Karena Kehilangan Paspor
Ajaibnya, Kenny tetap bisa mendapatkan surat izin mengemudi lho.
Namun sayang, Kenny ditolak untuk membuat paspor karena namanya terlalu vulgar.
Home Office, departemen pemerintah di Inggris yang menaungi imigrasi ternyata juga memiliki alasan mengapa mereka menolak Kenny.
"Menurut pedoman resmi Home Office, pemohon paspor tidak boleh memiliki nama yang menyebabkan kemarahan dan pelanggaran."
"Termasuk di dalamnya ada penggunaan kata-kata makian, eksplisit seksualitas, konotasi agama yang tidak pantas, vulgar, menyinggung, memanfaatkan nama orang lain dan nama yang menimbulkan kekhawatiran publik," sebut situs resmi di Home Office.
Padahal Kenny mengira namanya itu akan lucu, dan teman-teman dekatnya juga setuju serta merasa tidak masalah dengan perubahan yang dilakukannya.
Berita Terkait
-
30 Ucapan Kenaikan Yesus Kristus 2026 dalam Bahasa Inggris, Penuh Makna dan Menyentuh
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Kasus Paspoorgate Dean James: Pengadilan Belanda Tolak Tuntutan NAC Breda
-
Dirtek FC Emmen Sebut Hidup Tim Geypens Hancur Gara-gara Skandal Paspor
-
Tak Sekadar Wisata, Bagaimana Edukasi dan Restorasi Sains Menjaga Terumbu Karang?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Dorrr! Penembakan Terjadi di Islamic Center San Diego Amerika, Ada Korban WNI?
-
WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi
-
RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia
-
Eks Wamenaker Noel: Saya Lebih Banyak Selamatkan Uang Rakyat Dibanding KPK!
-
Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!
-
Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza
-
Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania
-
Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!
-
WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack