Suara.com - Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan telah mengungkap kasus perampokan minimarket di Jalan Kapten Batu Sihombing, Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Para pelaku tidak hanya merampok, tetapi juga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap dua karyawati minimarket yang saat itu sedang bertugas. Keduanya diseret ke kamar mandi minimarket dan dipaksa membuka baju hingga tertinggal manset di badan.
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto seperti dikutip Antara, Senin (2/9/2019), mengatakan kedua perampok tersebut adalah Dodi Yolanda Lubis, Rikky dan Robert Manurung.
Penangkapan bemula saat petugas mendapat informasi bahwa seorang tersangka bernama Dodi sedang berada di rumahnya di Pasar 8 Marelan.
Petugas langsung menuju lokasi, dan sesampainya di rumah tersangka, petugas langsung melakukan penggerebekan dan menemukan tersangka serta langsung mengamankannya.
Dari keterangan Dodi, hasil curian tersebut mereka berikan sebagian kepada Robert sebesar Rp 200 ribu. Kemudian tim melakukan pengembangan ke rumah tersangka Robert dan mengamankan tersangka di rumahnya di Pasar 8 Marelan.
Selanjutnya tim melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan tersangka Riky.
Setelah mendapat informasi keberadaan tersangka Rikky berada di Jalan Setiabudi Medan, kemudian petugas langsung bergerak ke alamat tersebut dan melihat tersangka Riky sedang duduk di sebuah warung, dan langsung mengamankan tersangka.
Saat dilakukan pengembangan untuk menunjukkan barang bukti pisau yang digunakan saat beraksi, Namun, lantaran dianggap hendak merampas senjata api milik petugas, Rikky akhirnya diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah dada tersangka.
Baca Juga: Bobol Dua Minimarket di Depok, Iwan Ngelas Atap Toko
Petugas langsung membawa tersangka Riky ke RS Bhayangkara. Namun pada saat di perjalanan tidak dapat tertolong lagi.
"Sementara kedua tersangka Dodi dan Robert sudah kami amankan," ujar Kombes Dadang di RS Bhayangkara Medan.
Berita Terkait
-
Panggul Uang Rp 400 Juta, Perampok Siang Bolong di Supermarket Tertangkap
-
Tak Bersenjata, Begini Aksi Perampok Siang Bolong Panggul Uang Rp 400 Juta
-
Beraksi Siang Bolong, Perampok Gasak Uang Rp 400 Juta di Supermarket
-
Mengamuk Gegara Diva Dibawa Jalan, Afdillah Malah Tewas Ditusuk Pemuda
-
Selamat Setelah Diikat, Aisyah Bikin Keok Perampok Pakai Obat Nyamuk
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal