Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyodorkan 10 nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada DPR RI. Setelah itu, 10 nama tersebut akan mengikuti uji kapatutan dan lelayakan atau fit and proper test.
Sekjen DPR RI Indra Iskandar mengatakan surat Jokowi terkait 10 nama capim KPK sudah diterima DPR sejak Rabu (4/9/2019) siang.
"Iya betul sudah kami terima tadi siang," kata Indra kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).
Indra menjelaskan, surat tersebut selanjutnya akan dibahas dalam Badan Musyawarah hari ini. Setelah itu akan dibawa ke Rapat Paripurna pada Kamis (5/9/2019) besok.
"Sore ini langsung dibahas di Bamus, besok di paripurna," kata Indra.
Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah menerima 10 nama capim KPK periode 2019 - 2023. 10 nama Capim KPK tersebut baru saja diserahkan Pansel langsung ke Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/9/2019).
Setelah menerima 10 nama tersebut, Jokowi mengatakan saat ini adalah era keterbukaan informasi. Karena itu kata Jokowi, masukan-masukan yang didapat baik itu masyarakat ataupun dari tokoh-tokoh harus dipertimbangkan.
"Masukan baik dari masyarakat, dari tokoh-tokoh yang telah memberi masukan juga itu bisa dijadikan catatan-catatan dalam rangka mengkoreksi apa yang telah dikerjakan oleh Pansel," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/9/2019).
Jokowi menjelaskan setelah 10 nama Capim KPK diterima, dirnya tidak ingin tergesa-gesa menyerahkan nama-nama tersebut ke DPR RI. Jokowi memastikan lima dari 10 nama yang akan dikirim itu layak menjadi Capim KPK.
Baca Juga: KPK Kasih Tanda Merah dan Hitam di Antara 10 Capim KPK, Siapa Saja?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
500 Titik Bazar Murah Jakarta, Strategi Pasar Jaya Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan
-
Kemensos Akan Bagikan Jadup Rp450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatra Pekan Ini
-
PDIP Dukung Pernyataan Dasco: Pemimpin Harus Cetak Keberhasilan Sebelum Pikirkan Periode Kedua
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat
-
Stok Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri: DKI Jakarta Siapkan 182 Ribu Ton Beras
-
IPK Indonesia Turun ke 34, KPK: Alarm Keras Perbaikan Pemberantasan Korupsi