Suara.com - Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta Abdul Aziz mengaku keluarga beserta dirinya mendapatkan teror setelah disertasinya yang membahas soal hubungan seks nonmarital mencuat jadi perdebatan publik.
Teror yang diterima Abdul bersama keluarga diterimanya melalui media sosial. Karena disertasinya tersebut, ia dianggap sebagai pihak yang pro dengan seks pranikah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menilai pemikiran seseorang itu mestinya direspon dengan pemikiran juga.
Menurut Tsamara, wilayah akademis merupakan ruang bagi manusia bebas untuk meluapkan pemikirannya.
"Saya selalu percaya bahwa akademi adalah ruang bagi manusia untuk melakukan kebebasan berpikir," kata Tsamara melalui akun Twitternya @TsamaraAmany pada Kamis (5/9/2019).
Ketika mendengar Abdul mendapat teror dari orang-orang tak dikenal, Tsamara mengemukakan hal tersebut menjadi tindakan yang tidak beradab dan mengancam kebebasan akademik.
Dengan demikian, Tsamara menilai kalau sebuah pemikiran seseorang yang dianggap tidak sesuai seharusnya dibalas dengan pemikiran lagi.
"Teror semacam ini tak beradab dan mengancam kebebasan akademik," tuturnya.
"Maka seharusnya jika sebuah pemikiran dianggap tidak tepat, pembalasan yang paling tepat adalah pemikiran pula!," tandasnya.
Baca Juga: Disertasi Abdul Aziz Bikin Geger, Mahfud MD: Tak Punya Nilai Moral
Sebelumnya dikabarkan, Abdul Aziz memantik kehebohan di media sosial. Lantara disertasinya di Program Doktoral Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tentang seksual normalitas atau seks di luar nikah memicu kontroversial.
Meski demikian, Abdul Aziz tak mempermasalahkan apabila disertasinya itu memicu kehebohan. Menurutnya penelitian berjudul "Konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmartial" yang dibuat selama tiga tahun lebih itu, bukan hal yang tabu untuk disampaikan secara ilmiah. Bahkan membuka pemikiran baru akan hukum Islam.
"Saya kira disertasi saya yang dianggap kontroversial justru sebagai respon masyarakat akan adanya kepedulian mereka dalam menyikapi masalah kriminalisasi hubungan seksual nonmarital," ujar Aziz saat dihubungi, Kamis (29/8/2019) sore.
Menurut Aziz, penelitian tersebut dibuatnya karena munculnya kegelisahan serta keprihatinannya akan fenomena kriminalisasi hubungan seksual nonmarital atau hubungan seksual konsensual dalam artian seks di luar nikah dengan kesepakatan. Stigmatisasi tersebut melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).
Berita Terkait
-
Disertasi Abdul Aziz Bikin Geger, Mahfud MD: Tak Punya Nilai Moral
-
Ferdinand Bela Calon Doktor 'Seks Halal di Luar Nikah': Lawan dengan Nalar
-
UIN Sunan Kalijaga Akan Klarifikasi Kembali Disertasi Abdul Aziz
-
Rektor UIN Sunan Kalijaga Menyayangkan Adanya Teror Kepada Keluarga Aziz
-
Buat Disertasi Kontroversial, Ini Penjelasan Abdul Aziz
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora