Suara.com - Ibu FA, bocah korban bullying di Bekasi yang meninggal, mengungkapkan curahan hatinya ke akun Facebook atas nama sang anak.
Tampaknya akun tersebut diambil alih ibu korban sejak Selasa (3/9/2019). Hari itu ibu FA mencurahkan kesedihan lantaran harus melepas kepergian putranya untuk selamanya.
Melalui unggahan tersebut, ibu FA mengaku belum sepenuhnya ikhlas karena permintaan terakhir FA belum terwujud.
"Mamah ikhlas melepas kamu De, tapi Mamah belum ikhlas karena belum mewujudkan permintaan kamu yang terakhir. Bantu Mamah buat mengungkap semuanya," tulis ibu FA.
Sejak saat itu akun Facebook FA kerap mengunggah foto-foto kenangan FA dan ibunya.
Terakhir, Minggu (8/9/2019, akun itu membagikan foto FA semasa hidup dan makamnya, dengan tanah yang masih basah dan ditaburi bunga.
"Bismillah semoga semua beres masalahnya dan kamu tenang di sisi Allah ya De. Mamah akan sekuat tenaga dan pikiran Mamah cari keadilan untuk Dede, bantu Mamah ya sayang, amin," ungkap ibu FA.
Kisah tragis yang merenggut nyawa FA mulai viral setelah dibagikan akun bernama Jubed di Facebook pada Jumat (6/9/2019).
Menurut keterengan Jubed, FA dirundung dengan cara dipukul dan ditendang oleh teman sepermainannya yang lebih tua.
Baca Juga: Dibopong Paman, Bocah Meninggal di Cisadane Sudah Ditinggal Ayah dari Lahir
Akibat tindak kekerasan tersebut, FA mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit, hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Di beberapa video, FA merintih kesakitan sambil memejamkan mata dan mengernyitkan alis. Ia juga sempat menyebut nama pelaku dan mengungkapkan permintaan terakhirnya ke ibu.
"Tangkap Iqbal, Mah. Iqbal ditangkap polisi, Mah. Udah bikin Fatir sakit Iqbal," ucap FA, lirih.
Belum ada keterangan lebih lanjut dan kronologi lengkap dari pihak berwenang terkait kasus perundungan mendiang FA.
Berita Terkait
-
Bocah Korban Bullying di Bekasi Meninggal, Sempat Merintih Ucap Nama Pelaku
-
Viral Siswi SMK Diduga Dianiaya Senior, Polisi Tangkap 3 Orang
-
Makannya Lamban, Bocah 7 Tahun Tewas Dipukuli Ibu Kandung
-
Tak Kerjakan PR, Bocah 9 Tahun Tewas Dipukuli Ibunya Selama 5 Jam
-
Remaja Korban Bullying Rentan Alami Depresi dan Kurang Tidur
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?