Suara.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly menyebutkan adanya fenomena risak dalam dunia maya (cyber bullying) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Menurutnya potensi fenomena tersebut akan kembali nampak pada Pemilukada 2020.
Yasonna mengatakan bahwa saat Pemilu 2019 berlaku, cyber bullying sudah justru terasa seperti tawuran massal di dunia maya. Hal itu disampaikannya lantaran melihat adanya gejala saling risak antar pendukung melalui platform media sosial.
"Pesta demokrasi tidak terasa seperti pesta demokrasi melainkan tawuran massal di dunia maya," kata Yassona saat menyampaikan orasi ilmiahnya di Mutiara Auditorium PTIK, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).
"Dengan motivasi yang lebih militan karena ingin mengalahkan kubu lain, itulah yang membuat situasi politik kita cenderung panas," sambungnya.
Yasonna kemudian menjelaskan bahwa saat ini tidak ada ruang sama sekali yang tidak dimasuki oleh internet. Kondisi itu pun kemudian dimanfaatkan oleh instansi pemerintah untuk meningkatkan layanan publik, atau pun tokoh politik yang memanfaatkan media sosial untuk menjaga kesetiaan dari konstituennya.
Berbicara soal politik dan gejala cyber bullying, Yasonna mengatakan bahwa potensi tersebut dapat dilihat muncul pada Pemilukada 2020.
"Maka dalam waktu dekat tahun depan akan kita lihat ada 270 Pemilukada maka potensi cyber bullying juga akan dapat kita lihat dalam perkembangan-perkembangan yang akan datang," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
Terkini
-
Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Pernah Dipidana Kasus Terorisme, Jaksa Pertanyakan Izin Beracara Munarman di Sidang Noel Ebenezer
-
Larangan Jelas, Bahaya Nyata: Mengapa Pelanggaran Merokok saat Berkendara Terus Berulang?
-
Guru Honorer Digaji Rp 300 Ribu, Kalah dari Petugas Partai: DPR Usul Pembayaran dari APBN Saja
-
Dalami Pemerasan Eks Bupati Pati Sudewo, 3 Orang Perangkat Desa Diperiksa Penyidik KPK
-
Didakwa Korupsi, Noel Malah Ngaku Ingin Jadi Pimpinan atau Jubir KPK
-
Sebut Kapolri 'Murtad Politik', Sri Raja Kritik Pernyataan Listyo Sigit soal Polri di Bawah Presiden
-
Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun
-
4 Fakta Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Banser