Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyinggung sejumlah mantan aktivis yang kini bekerja di lingkungan Istana karena tak bersuara saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui revisi UU KPK.
Salah satu yang disinggung adalah Fadjroel Rachman. Dia mengatakan kalau pendapat dirinya sudah disampaikan oleh Jokowi.
Fadjroel yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyampaikan terima kasih kepada ICW. Kemudian Fadjroel mengatakan selama ini pihaknya juga berkomunikasi dengan Jokowi terkait dengan revisi UU KPK.
"Terima kasih dan semuanya pesannya, kita coba komunikasikan dengan pak presiden, kan sudah keluar tadi semua pernyataannya dari pak Jokowi, ya itulah jawabannya," kata Fadjroel saat dihubungi Suara.com, Jumat (13/9/2019).
Ketika ditanya lebih lanjut soal pandangannya terhadap revisi UU KPK, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden itu menjelaskan bahwa dirinya adalah orang yang bekerja untuk Jokowi. Oleh karena itu, ia menjadi salah satu pihak yang menyetujui dengan adanya revisi UU KPK.
"Saya kan presidensial man, orangnya pak Jokowi jadi saya tentu mengikuti apa yang sudah didiskusikan bersama-sama artinya pak Jokowi dan kami sebagai orang-orang yang dimintai pendapat biasanya gitu, ya, sepakat dengan apa yang disampaikan pak Jokowi," tandasnya.
Bak orang hilang, ICW membuat sebuah konten dengan memasang wajah Fadjroel lengkap dengan kata 'DICARI'. ICW dalam akun Instagramnya @sahabaticw pada Kamis (12/9/2019) menilai kalau Fadjroel menjadi salah satu orang yang senyap ketika KPK dinilai sedang dilemahkan melalui revisi UU KPK.
Selain nama Fadjroel, ICW juga menyinggung nama-nama mantan aktivis lainnya yang kini berada di lingkaran Istana. Sebut saja Koordinator Staff Khusus Presiden Ifdhal Kasim, Alexander Lay, Anggota Dewan Komisaris Pertamina, Teten Masduki, Deputi V Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani, dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP.
Baca Juga: Irjen Firli Jadi Ketua KPK, Marwata: Plus Minusnya Sudah Disampaikan
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker
-
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
-
Mendagri Tegaskan Pemda dan Forkopimda Siap Dukung Implementasi Program Prioritas Presiden
-
Disindir Soal Ingin Tanam Sawit, Prabowo: Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya!
-
Video Viral Bongkar Dugaan Manipulasi BAP, Penyidik Polsek Cilandak Diperiksa Propam
-
Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook