Suara.com - Kota Taiji di Jepang memang dikenal dengan tradisi perburuan lumba-lumba dalam jumlah yang terbilang besar. Bahkan sebelumnya perburuan ini mendapatkan banyak protes dan kecaman.
Dalam beberapa dokumentasi di tahun-tahun sebelumnya, lumba-lumba ini dikumpulkan dan langsung dibunuh, sehingga membuat lautan memerah darah. Perburuan lumba-lumba dalam skala besar di Taiji ini mulai terkenal dan mendapat banyak perhatian setelah didokumentasikan dalam film "The Cove" tahun 2010.
Dikutip Suara.com dari akun jejaring sosial Twitter @Dolphin_Project pada Selasa (17/9/19), sebuah video menyanyat hati menampilkan bagaimana perburuan brutal di Taiji ini berlangsung.
"Ini adalah awalan yang tragis saat musim berburu lumba-lumba di Taiji. Belum genap setengah bulan dan kami melihat pembantaian brutal dan penangkapan yang memilukan terjadi," tulis @Dolphin_Project dalam unggahannya.
Akun twitter ini juga menjelaskan bagaimana mirisnya mereka, ketika melihat sekelompok paus pilot didorong ke perairan yang dangkal, sehingga membuat mereka kelelahan.
Paus pilot adalah salah satu spesies terbesar lumba-lumba samudera, dengan tingkat kecerdasan yang sama dengan lumba-lumba hidung botol.
Warga Taiji telah sejak abad ke-17 telah melakukan berburuan lumba-lumba dan paus. Tahun 1675, kota kecil ini diyakini sebagai pusat perburuan paus. Tradisi ini dimulai pada bulan September hingga Maret tiap tahunnya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Majalah Tempo Ubah Cover usai Heboh Karikatur 'Pinokio'?
-
Spongebob hingga Promo Gundala Kena Sanksi, Joko Anwar Minta KPI Dibubarkan
-
Syuting Film Terbaru Joko Anwar, Christine Hakim Bawa Air Zamzam
-
Beredar, Video Emak-emak Berantem Rebutan Rendang
-
LIVE STREAMING: Cerita Mualaf Roger Danuarta
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
-
Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup
-
Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar
-
Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil
-
Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut
-
Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan