Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, ciri warga kota yang bahagia adalah warganya yang sering keluar rumah. Oleh karena itu, ruang terbuka atau public space strategy menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar untuk membuat masyarakatnya bahagia.
"Ciri kota bahagia adalah warganya senang keluar rumah, bukan senang di rumah," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat menjadi pembicara dalam acara The 11th Indonesia Human Resources Summit (IHRS) di Nusa Dua, Bali, Kamis (19/9/2019).
Menurut Emil, untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM), pihaknya tidak hanya fokus pada kompetensi, tetapi juga mendorong pola pembentukan generasi yang bahagia atau happy generation. Maka itu, public space menjadi salah satu atensi Pemdaprov Jabar.
Emil juga mengatakan, ada berbagai ekspresi dalam kebahagiaan, seperti ekspresi dalam ruang, pelayanan publik, sampai ekspresi batin. Ekspektasi masyarakat terhadap berbagai kebutuhan ekspresi tersebut menjadi bagian dari kebahagiaan itu sendiri.
"Kebahagiaan itu ekspresinya banyak. Ada ekspresi dalam kebutuhan ruang. Maka diselesaikan dengan ruang publik strategi, penyediaan taman, dan lainnya," ucapnya.
"Ada juga kebahagiaan merasa diperhatikan. Kita selesaikan dengan Layad Rawat --pelayanan yang mendatangi masyarakat, dan lain-lain. Intinya, memenuhi ekspektasi masyarakat adalah bagian dari kebahagiaan," tambahnya.
Selain itu, kata Emil, upaya yang dilakukan Pemdaprov Jabar tersebut sebagai bentuk hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat.
"Saya mencoba untuk menjadi penyelenggara negara yang mendatangi warga, bukan warga yang mendatangi negara," kata Emil.
"Makanya, pentingnya pemerintah adalah mendengarkan maunya masyarakat. Bisa lewat keluhan, bisa lewat media sosial. Setiap aspirasi dan keluhan masyarakat nanti diekspresikan di dalam kebijakan. Itu yang membuat Kota Bandung dan Jawa Barat baik," ucap Emil mengakhiri.
Baca Juga: Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Dynamic Government untuk Jabar Ngabret
Indonesia Human Resources Summit (IHRS) atau KTT SDM Indonesia sendiri merupakan konferensi tahunan terkait manajemen SDM. KTT tersebut diinisiasi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Indonesia.
IHRS ke-11 digelar pada 18 - 19 September 2019 dengan tema "HR Transformation to Win Employee Experience". Tema tersebut terinspirasi dari buku yang ditulis Jacob Morgan, yakni The Employee Experience Advantage.
Jacob Morgan pun menjadi salah satu pembicara dalam konferensi yang diikuti sekitar 700 praktisi SDM dan dari berbagai industri ini.
Turut menjadi pembicara dalam acara tersebut, Presiden Direktur PT Transpotasi Jakarta, Agung Wicaksono dan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Jonathan Austin, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Founder Ancora Group, Gita Wirjawan, dan Chairman Netmediatama, Wishnutama.
Berita Terkait
-
Pemdaprov Jabar Pastikan akan Kembangkan Wisata Air Sesuai Regulasi
-
Kenyamanan Investasi Jadikan Jabar sebagai Kawasan Industri Nasional
-
Ibu Negara dan Atalia Kamil Canangkan Aksi Gerakan Indonesia Bersih
-
Wagub Jabar : Kesuksesan Tak dari Pintar Saja, Tapi Juga Moral
-
Jabar Resmi Membuka Young Scientist Competition 2019
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar