Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membuat tombol untuk pesepeda agar bisa melintas dengan aman di persimpangan jalan.
Fungsi tombol ini sama seperti Pelican Crossing yang ketika dipencet akan memberi lampu merah dan mempersilakan pejalan kaki untuk menyebrang.
Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo mengatakan tombol ini dibuat untuk mempermudah para pesepeda melintas. Ketika tombol ini dipencet, lampu lalu lintas di semua jalur di persimpangan akan berwarna merah dan hijau hanya untuk pesepeda.
"Jadi akan ada tombol kemudian yang bersangkutam ketika masuk ke persimpangan itu akan mencet tombol, kemudian seluruh kaki persimpangan untuk kendaraan bermotor (berwarna) merah," ujar Syafrin di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).
Nantinya pesepeda akan diberikan waktu sekitar 15 detik untuk melintas sebelum lalu lintas kendaraan bermotor kembali normal. Ia menyebut pesepeda layak untuk mendapatkan prioritas seperti pejalan kaki.
"Mungkin 10-15 detik kita akan beri prioritas untuk menyebrang sehingga keamanan dan kenyamanan dia untuk melintas persimpangan itu terjamin," jelas Syafrin.
Namun tombol untuk sepeda melintas ini sejauh ini hanya akan diterapkan pada persimpangan sederhana yang tidak memiliki banyak jalur. Ia mencontohkan seperti di kawasan Jalan Diponegoro dan Imam Bonjol.
"Di Diponegoro dan Imam bonjol, dia hanya dua situs ya, itu tetap kami beri prioritas itu prioritasnya sama dengann traffic yang menerus," kata Syafrin.
Untuk mempermudah pesepeda menekan tombol ini, pihaknya akan menyediakan tempat khusus. Tempat ini juga akan menjadi lokasi menunggu pesepeda sebelum diberikan lampu hijau tanda boleh melintas.
Baca Juga: Buat Marka Jalan untuk Pesepeda, Anies Tunggu Aspal di Jakarta Diganti Baru
"Ada ruang henti khusus untuk sepeda. Ada RHKS namanya. Kami siapkan," katanya.
Sebelumnya, jalur sepeda akan dibuat sepanjang 63 km. Pembangunan ini dibagi ke tiga fase. Fase pertama sepanjang 25 kilometer, kedua 23 km, dan ketiga 15 km.
Fase pertama akan meliputi Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan MH Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, Jalan Pemuda.
Fase kedua mencakup Jalan Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan RS Fatmawati Raya. Lalu fase ketiga meliputi Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat, dan Jalan Jatinegara Timur.
Desain trek sepeda ketiga fase tersebut rencananya akan selesai pada 19 November mendatang. Fase pertama sudah diuji coba hari ini dengan melakukan konvoi bersepeda dari stadion velodrome, Jakarta Timur ke Balai Kota, Jakarta Pusat.
Berita Terkait
-
Cegah Pemalsuan KIR, Pemprov DKI Luncurkan Simpel PKB
-
Pelaku Cabul Lampu Merah Bekasi Tertangkap, Korban Teguh Ternyata Banyak
-
Terapkan Rabu Tanpa Kendaraan, Kadishub DKI Ikut Investigasi Tempat Parkir
-
Perempuan di Bekasi Jadi Korban Pelecehan di Lampu Merah, Pelaku Cengegesan
-
Putar Lagunya di Lamer, Wali Kota Depok Mohammad Idris Jadi Bahan Tertawaan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai
-
Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial
-
Nekat Bongkar Trotoar Tanpa Izin, Pengelola Hotel di Pondok Indah Kena Sanksi