Suara.com - Front Perjuangan Rakyat (FPR) mengecam aksi penembakan 2 mahasiswa Universitas Haluoleo, Kendari. Pemerintahan Jokowi dinilai represif.
Hal itu diungkapkan mereka dalam aksi demonstrasi singkat di depan Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Mereka membawa berbagai poster yang berisi aspirasi dan tudingan ke pemerintahan Jokowi. Salah satunya poster yang bertulisan "Jokowi Rezim Fasis" atau pemerintahan otoriter.
Sekitar 30 orang yang berasal dari berbagai LSM bersama Front Perjuangan Rakyat (FPR) menyurakan aspirasi mereka terkait perlawanan ke pemerintahan.
"Kawan-kawan kita seperjungan dari gerakan mahasiswa dan pelajar terus melakukan aksi dan kampanye perlawanan terhadap berbagai kegiatan dan rencana yang di jalankan oleh pemerintahan Jokowi untuk membuat berbagai peraturan-peraturan baru yang dinilai oleh rakyat akan melanggengkan penindasan, akan semakin menebalkan fasisme yang dijalankan oleh pemerintahan Jokowi hari ini," kata Sekertaris FPR, Dimas di Taman Pandang, Jalan Silang Monas Barat Laut Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019).
Selain itu dalam aksi ini juga bertujuan mengecam penembakan dan kekerasan Kepolisian terhadap mahasiswa di Kendari. Penembakan dan Kekerasan ini mengakibatkan tewasnya dua mahasiswa Universitas Haluoleo di Kendari, Sulawesi Tengah.
"Bahkan di Kendara Sulawesi Tenggara tindak kekerasan dan represifitas yang dialami oleh gerakan mahasiswa sampai-sampai harus merenggut korban jiwa. Dua mahasiswa asal Kendari meninggal dunia," kata Dimas.
Mahasiswa Fakultas Perikana Universitas Haluoleo Kendari, Randy tewas dengab luka tembak di dada bagian kanan, dan Mahasiswa Universitas Haluoleo lainnya Yusuf Kardawi tewas akibat luka kekerasan di kepala.
"Pertama, atas nama Randy, yang sudah dipastikan bahwa dia meninggal karena luka tembak di dada sebelah kanan. Begitu juga Yusuf yang meninggal karena dihantam bagian kepala saat bentrokan terjadi antara massa aksi mahasiswa dengan aparat kepolisian," kata Dimas.
FPR meminta agar Jokowi mengehentikan aparat kepolisian yang melakukan penindasan, penekanan, dan tindakan kekerasan lain kepada rakyat indonesia. Hal ini dianggap sebagai watak fasis dan watak anti demokrasi rezim Jokowi dalam menanggapi ekspresi dan aspirasi rakyat.
Baca Juga: Ibu Hamil Tertembak saat Demo Rusuh di Kendari, Polri: Arahnya dari Atas
"Itu adalah bukti nyata bahwa pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang fasis bahwa pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang anti terhadap rakyat, yang anti terhadap demokrasi. Berbagai saluran yang dilakukan oleh gerakan rakyat di Indonesia untuk menyampaikan tuntutan dan aspirasi kerap direspons dengan tindak kekerasan dan represifitas," kata Dimas.
Berikut tuntutan mereka:
1. Mengecam keras penembakan dan kekerasan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atas aksi mahasiswa yang mengakibatkan meninggalnya 2 Mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari
2. Tangkap KAPOLDA Sulawesi Tenggara yang bertanggung jawab atas penembakan dan kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya 2 mahasiswa Universitas Haluoleo Kendari
3. Mengecam keras tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap aksi rakyat dan pemuda-mahasiswa di berbagai daerah yang menuntut pembatalan aturan perundang-undangan baru yang anti rakyat dan semakin menindas rakyat
4. Segera padamkan api dan selamatkan korban asap! Berikan perawatan gratis dan layak terhadap korban asap, serta bangun pusat rehabilitasi dan penanganan penyakit korban asap
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu