Suara.com - Aksi demo mahasiswa di Kota Makassar yang menyerukan penolakan akan UU KPK dan juga penolakan akan sejumlah pasal kontroversial dalam RUU KUHP masih terus berlanjut hingga Jumat (27 /9/19).
Akun Instagram @makassar_iinfo membagikan foto dan juga video menggetarkan yang menarik banya simpati dari warganet. Foto dan juga video ini menampilkan aksi aparat kepolisian dan mahasiswa yang melaksanakan ibadah shalat berjamaah.
Terlihat mahasiswa melakukan shalat jamaah di area fly over Makassar. Polisi bahkan terlihat menjaga di depan mereka menggunakan tameng.
Foto yang lain memperlihatkan mahasiswa dan polisi melaksanakan shalat jamaah dan saling berdampingan. Pada video terakhir yang diunggah @makssar_iinfo juga menampilkan mahasiswa dan aparat kepolisian yang saling berpelukan serta berjabat tangan.
Tak pelak unggahan ini pun langsung mendapatkan banyak komentar dari warganet yang kebanyakan dari mereka memuji aksi yang dilakukan aparat dan mahasiswa ini.
"Masya Allah, adem lihatnya," tulis @mida_mudassir.
"Gitu dong Pak Pol...jangan beringas...Polisi santuy kan adem," tambah @lifereminders.
Setelah membagikan unggahan ini, akun Instagram @makassar_iinfo kembali membagikan kondisi demo yang berlansung diatas fly over. Dalam video terlihat bagaimana suasana demo yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh.
Menurut pantauan SUARA.com, di jejaring sosial Twitter juga banyak membagikan momen demo yang berujung ricuh ini.
Baca Juga: Dua Mahasiswa UHO Tewas saat Demo di Kendari, PDIP: Usut Tuntas!
Akun Twitter @WWDC19_ salah satu yang membagikan suasana demo terkini. Terlihat dalam video bagaimana massa berlarian di sepanjang fly over.
Menurut keterangan dari netter @A_fadli08, aparat kepolisian menggunakan gas air mata untuk membuat massa mundur.
Berita Terkait
-
BRI Makassar Siapkan Strategi di Tengah Digitalisasi Keuangan saat Lebaran
-
BRI Salurkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera dan Driver Ojol di Makassar
-
Ucapan Idul Fitri 2026 Singkat dan Estetik untuk Caption Instagram
-
Ofisial MU Paksa Wartawan Hapus Bukti Pemukulan Wasit, PSSI Buka Suara
-
Ibu Ngamuk Bawa Massa Geruduk RS yang Diduga Malpraktik pada Bayinya, Tuntut Ganti Rugi Rp500 Juta
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan