Suara.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengimbau agar prajurit maupun purnawirawan TNI tak terseret arus politik.
Terkait maraknya aksi demonstrasi menolak RUU bermasalah, Hendropriyono juga minta pada prajurit dan punawirawan TNI untuk tidak terlibat di dalamnya. Hal itu disampaikan seusai menghadiri perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-74 Tentara Nasional Indonesia, Sabtu (5/10/2019).
"Kita tidak boleh terbawa arus hingar bingar politik, ada demo-demo yang tidak berhenti. Tidak boleh, tidak boleh ada prajurit dan purnawirawan yang terlibat di situ," ujar Hendropriyono di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (5/10/2019).
Meski demikian, Hendropriyono meminta pada pihak kepolisian untuk terus menindak dengan tegas dalang unjuk rasa berujung rusuh beberapa waktu lalu. Sebab, mereka berniat mengganggu stabilitas keamanan negara.
"Dalang-dalangnya itu merasa tidak akan bisa ditangkap, padahal tidak ada yang kebal hukum di republik ini. Siapapun yang melanggar harus ditindak," kata dia.
Ia kemudian menduga ada kelompok yang sengaja ingin mengganggu jalanya pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebeagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Diketahui, pelantikan tersebut bakal berlangsung pada Minggu 20 Oktober.
"Jelas-jelas mengganggu pelantikan presiden, jadi harus sesegera mungkin secara tepat orang-orang yang mengotori gerakan anarkis ini dipisahkan dari massanya," kata dia.
Meski demikian, Hendropriyono meminta pada aparat kepolisian tak pandang bulu dalam menegakkan hukum.
"Tangkap saja kalau memang melanggar hukum, tangkap saja kalau memang makar itu kan ada hukumnya. Polisi jangan ragu-ragu nangkep. Siapapun pemerintahnya yang dipilih rakyat kita dukung," tutupnya.
Baca Juga: Jokowi Didesak Cabut Status Hukum Aktivis Papua, Istana: Jangan Buru-buru
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan
-
Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?
-
Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?
-
Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara
-
Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang
-
Ketika PAM Jaya Minta Maaf di Tengah Jalan Jakarta yang Semrawut
-
Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia
-
Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim
-
Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa