Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan merenovasi rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat. Renovasi ini dilakukan untuk menjaga cagar budaya.
Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta merupakan salah satu bangunan bersejarah dan berstatus cagar budaya. Bangunan itu mulai difungsikan sejak tahun 1916 untuk rumah dinas wali Kota Batavia.
Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Citata) DKI Heru Hermawanto menjelaskan, sejak tahun 1949, bangunan tersebut dimanfaatkan sebagai rumah dinas milik Pemprov DKI dan telah melewati momentum sejarah yang panjang. Oleh karenanya, renovasi sebagai upaya pemeliharaan dan perawatan menjadi hal penting untuk menjaga status cagar budayanya.
"Nilai sejarah pada bangunan tersebut membuat rumah dinas itu kini berstatus sebagai cagar budaya yang harus dirawat dan dilindungi. Adalah tugas dan kewajiban Pemprov DKI untuk secara periodik melakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap bangunan cagar budaya di Jakarta, termasuk Rumah Dinas Gubernur DKI baik dalam keadaan terhuni ataupun tidak," kata dia dalam pernyataan persnya, Selasa (8/10/2019).
Menurut Heru, renovasi bangunan yang beralamat di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng tersebut adalah untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan akibat faktor usia.
"Istilah yang digunakan dalam program pemerintah adalah renovasi tapi sesungguhnya ini adalah kegiatan reparasi," katanya.
Hal tersebut untuk meluruskan informasi di masyarakat bahwa kegiatan reparasi bangunan tua bukan bertujuan untuk memperindah, melainkan untuk memperbaiki kerusakan yang ada.
"Rencananya renovasi akan dilakukan melalui pembahasan rencana tahun 2020. Berkenaan dengan kondisi umur bangunan yang tua itu telah membuat banyak bagian khususnya kayu-kayu di bagian atap mengalami penurunan kualitas dan tidak bisa dipertahankan," papar Heru.
Baca Juga: Klaim Murah, Anies Resmikan Bioskop Rakyat Pertama di Jakarta
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
-
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?