News / Nasional
Kamis, 10 Oktober 2019 | 16:16 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Antara)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, dengan tegas kalau partai yang diketuai Prabowo Subianto meminta tiga posisi menteri ke Presiden Jokowi. Arief menyebut permintaan itu bukan hal yang memalukan karena itu merupakan bentuk kontribusi membangun negara.

"Kita minta tiga, ngapain kita malu-malu, wong kita untuk bangun negara dengan program dan ide-ide yang cerdas, kecuali nyuri baru malu," kata Arief Poyuono seperti diberitakan Antara, Kamis (10/10/2019).

Menempatkan kader Gerindra dalam struktur kabinet, kata dia, merupakan bentuk keseriusan Gerindra membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menuntaskan visi misi pembangunan negara lima tahun ke depan.

"Kita kan membantu negara, diajak koalisi, lah ya kita minta dong menterinya dan beberapa kepala badan," kata dia.

Arief menuturkan, posisi yang diminta Gerindra ke Jokowi adalah kursi menteri ekonomi, SDM, dan menteri pertanian.

"Karena kita kan menyodorkan program (karena itu kita minta menteri), kita juga sodorkan program ketenagakerjaan dan iklim investasi," katanya.

Menurut Arief, percuma saja Gerindra berkoalisi kalau tidak bisa ikut serta mengurus negeri, sementara mereka telah ikut satu perahu dengan pemerintah Jokowi-Ma'ruf.

"Ya kalau ada apa-apa kita yang kena, kita berada dalam koalisi, buat apa koalisi kalau tidak dapat mengurus negeri secara langsung," ujarnya.

Baca Juga: Calon Menteri Harus Profesional dan Berintegritas

Load More