Suara.com - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menceritakan tentang pengalamannya kerja bersama Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Emil Salim.
Dedek mengungkapkan hal tersebut setelah melihat Emil Salim dihardik hingga disebut sesat oleh anggota DPR dalam acara Mata Najwa pada Rabu (9/10/2019) malam.
Hal tersebut disampaikan Jubir PSI ini melalui cuitan yang diunggah pada Kamis (10/10/2019).
"Sewaktu bekerja untuk UN FPA Indonesia, beberapa kali saya bekerja bareng pak Emil Salim untuk sebuah penelitian, salah satunya berjudul "Dinamika Kependudukan dan Pembangunan Berkelanjutan" yang dibawa JK ke UN General Assembly di New York," cerita Dedek.
Jubir PSI ini juga menyebut hubunganya dengan Emil Salim bagaikan murid dengan guru. Dia begitu mengaguminya.
"Hubungan saya dengan Prof Emil bagaikan hubungan murid dengan guru yang dikaguminya. Beliau adalah menteri di 3 periode orde baru, tapi tak memiliki kedekatan khusus dengan Cendana. Prof Emil adalah salah satu tokoh kunci bahwa kita sekarang mengalami bonus demografi," tulis @Uki23.
Setelah melihat sikap anggota DPR kepada Emil Salim, Dedek mengaku tidak hanya merasa sedih.
"Kemarin, saya melihat Prof Emil di hardik dengan gebrakan meja, nada tinggi dan seolah diperlakukan seperti orang yang sedang menyebarkan kesesatan. Bukan hanya sedih, tapi saya berjanji tidak akan perlakukan orang lain seperti bagaimana Prof Emil diperlakukan kemarin," ujarnya.
Dedek mengakhiri thread tweet tersebut, "Tahun 2012, setelah hampir 10 tahun hidup di luar negeri, saya sempat dipandang kehilangan norma ketimuran. Rasa sedih saya hari ini seperti mengingatkan saya kembali, bahwa saya masih orang Timur."
Baca Juga: Wiranto Alami Penusukan, PBSI Jamin Roda Organisasi Tak Terganggu
Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim menjadi bahan perbincangan banyak orang setelah penampilannya di acara Mata Najwa Trans 7 pada Rabu (9/10/2019) malam.
Emil Salim dipanggil ke acara tersebut lantaran dirinya termasuk tokoh yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke istana untuk dimintai pendapat terkait polemik RKUHP dan RUU KPK.
Dalam Mata Najwa dengan tema 'Ragu-ragu Perpu' tersebut, Emil Salim beberapa kali membalas argumen para anggota DPR yang menyusun revisi undang-undang KPK.
Setelah acara tersebut banyak orang yang simpati kepada ahli ekonomi ini. Penyebabnya karena sikap anggota DPR RI Fraksi PDIP Arteria Dahlan yang menyebut Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Emil Salim sesat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno