Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menganggap persamuhan antara Presiden Jokowi dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto miliki nilai positif untuk bangsa.
"Intinya pertemuan yang sedemikian rupa itu, menurut saya pertemuan yang amat sangat memberikan nilai positif. Karena itu kita bertemu, sulit bersalaman bersama bagaimana kita menyelesaikan masalah bangsa," kata Surya Paloh seusai membesuk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).
Sementara permasalahan bangsa ini kata dia begitu kompleks dan besar, oleh sebab itu perlu kerjasama semua pihak untuk menyelesaikannya.
"Tidak bisa diselesaikan oleh satu kelompok, kita harus bersama menyelesaikannya," ucapnya.
Ketika ditanya pendapatnya tentang Gerindra akan merapat ke dalam koalisi Pemerintahan Jokowi periode 2019-2024 dan ikut mendapatkan posisi menteri, Paloh mengatakan urusan tersebut menjadi hak prerogatif presiden.
"Itu hak prerogatif presiden, presiden anggap itu perlu dalam kepemimpinannya, silakan. Kan presiden yang menentukan kabinetnya, NasDem harus konsisten, kalau tidak nanti jadi inkonsistensi, katanya tadi mau dukung tanpa syarat," ujarnya.
Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, kembali bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, pada sore Jumat 11 Oktober 2019. Keduanya sudah pernah bertemu pada 13 Juli 2019 lalu. Tatap muka Jokowi dan Prabowo kali ini membahas isu politik, ekonomi, gejolak keamanan sebagian daerah akhir-akhir ini serta soal pemindahan ibu kota. (Antara).
Berita Terkait
-
Bertemu Jokowi ke Istana, Gaya Prabowo Disebut Lebih Cair ketimbang SBY
-
Meski Tak Masuk Kabinet, Prabowo Mengaku Tetap Loyal ke Pemerintahan Jokowi
-
Soal Pelantikan Jokowi, Prabowo: Jika Diundang, Harus Hadir Dong
-
SBY - Jokowi Bakal Ketemu Lagi, Demokrat: Semacam Deklarasi Koalisi
-
Setelah Bertemu SBY, Kini Jokowi Terima Prabowo di Istana Merdeka
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati
-
PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
-
Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum
-
BPS: Angka Pengangguran di Jakarta Capai 334 Ribu
-
Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana
-
Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!
-
Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026