Sementara edge adalah garis yang menghubungkan nodes, yang mewakili hubungan antar-akun, seperti retweet atau quote.
Sebagian besar jaringan memiliki gelembung "influencer", yakni lingkaran yang berukuran besar. Biasanya akun-akun itu memiliki banyak pengikut.
Salah satu akun bot yang dijadikan contoh oleh Strick adalah @marco26700420, yang ia arsipkan melalui Wayback Machine.
Bot ini, kata Strick, dibuat pada Juni 2019 untuk menyebarluaskan informasi dengan memanfaatkan berbagai tagar yang digunakan pihak pro-referendum tentang Papua Barat dan gerakan kebebasan.
Dengan cara sederhana melalui reverse image search di mesin pencarian gambar Yandex, foto yang dipakai menunjukkan bahwa akun itu tidak asli lantaran sebelumnya pernah diunggah oleh orang lain.
Yang lebih meyakinkan bahwa akun itu adalah bot, pengikut dan akun-akun yang diikuti sesuai dengan nama-nama di jaringan yang dipaparkan Strick.
Selain itu, semua tweet-nya sama seperti akun-akun yang lain, dengan tagar yang sama.
Banyak dari tweet itu menyiratkan bahwa akun ini mendorong perspektif yang membuat penasaran, misalnya, "What are some secrets that Indonesia have been hiding in West Papua? Find out the answers here." (Apa rahasia yang disembunyikan Indonesia di Papua Barat? Temukan jawabannya di sini.)
Kalimat yang sama persis juga dicuitkan oleh banyak bot lain menggunakan tagar #westpapuagenocide dan #freewestpapua pada jam yang berbeda, tetapi menit dan detiknya sama.
Baca Juga: Sebut Kondisi di Papua Sudah Aman, Wiranto Minta Aparat Tetap Waspada
Contoh bot lain yang berada dalam jaringan adalah @kevinma40204275 dan @yerxi1.
Menurut keterangan Strick, kejahatan yang dilakukan melalui akun-akun bot itu yakni memperbanyak konten pro-pemerintah sebagai pengalihan isu tentang apa yang sebenarnya terjadi di Papua Barat serta mempromosikan kegiatan pemerintah Indonesia di daerah tersebut.
Lembaga media sosial InsightID
Selain tagar, taktik yang digunakan dalam jaringan itu adalah membuat akun dengan nama yang mirip akun pro-referendum, misalnya, dikutip dari BBC Indonesia, akun @westpapuaamerdeka, yang hampir sama dengan akun pro-kemerdekaan, @westpapuamedia.
Di samping itu, ada satu akun bot lain yang menarik, yaitu @West_Papua_ID. Tak hanya bekerja bersama dengan bot dalam jaringan, West Papua ID juga memiliki akun sendiri di platform media sosial lain dan situs web.
Laman daringnya, westpapuaindonesia.com, terhubung ke kanal YouTube yang populer, akun Instagram dengan 10 ribuan pengikut, dan halaman Facebook dengan 152 ribu pengikut.
Kesemua unggahan akun tersebut menyebarkan materi serupa, yakni tentang Papua Barat yang pro-pemerintah Indonesia.
Dilaporkan BBC Indonesia, domain ini, begitu juga empat website lain, terdaftar atas satu nama yang diduga palsu, Westi Pearly.
Setelah ditelusuri menggunakan WhatsApp, rupanya nomor telepon yang terhubung dengan akun itu juga terhubung ke akun Facebook, LinkedIn, dan akun Freelancer pribadi bernama Pera Malinda Sihite, yang mengklaim dirinya sebagai co-founder perusahaan konsultan media sosial InsightID.
Salah satu proyek InsightID adalah "Papua Program Development Initiative". Proyek tersebut meneliti perkembangan sosio-ekonomi Papua yang pesat dan mengeksplorasi tantangannya, seperti tertera di website insightid.org, yang kini sudah tak bisa diakses.
Hasil investigasi juga menemukan bahwa 14 domain yang berhubungan dengan Papua telah didaftarkan di hari yang sama menggunakan email co-founder InsightID Abdul Aziz.
Namun, setelah BBC berusaha menghubungi Abdul Aziz dan Pera Malinda Sihite melalui telepon, keduanya tak menjawab, dan permintaan hak jawab yang dikirim lewat surel juga tidak mendapat balasan.
Di lain sisi, setelah Facebook mengabarkan keterlibatan InsightID dalam penyebaran hoaks soal Papua, sejumlah akun terkait lembaga media sosial itu membagikan pengumuman berupa klaim sepihak berbunyi, "Konten kami membela Indonesia melawan narasi hoaks kelompok separatis Papua Merdeka."
Selain itu, mereka juga merepons kabar soal kucuran dana 300 ribu dolar AS untuk iklan di Facebook. Mereka membantahnya dan menyebut bahwa jumlah itu merupakan gabungan dari beragam kelompok yang mengangkat isu Papua.
Giring opini dunia internasional
Dikutip dari BBC Indonesia, Elise mengatakan, "Berdasar temuan dari investigasi ini, kami menduga bahwa tujuan kampanye ini adalah menggunakan media sosial untuk mempengaruhi opini dunia internasional mengenai Papua."
"Kampanye seperti ini khususnya akan menjadi lebih efektif dalam konteks Papua yang hanya punya sedikit akses pada media yang independen," lanjutnya.
Dirinya khawatir, kebijakan pemerintah negara lain dan forum internasional seperti PBB berpotensi terpengaruh oleh misinformasi dan disinformasi ini.
Negara yang menjadi target antara lain AS, Inggris, Swedia, Belanda, dan Jerman, demikian seperti diberitakan BBC Indonesia.
Berita Terkait
-
Nyanyi Bareng Warga Papua, Menteri Jokowi Dicibir Tokoh Papua
-
Buzzer Hoaks soal Papua Dapat Kucuran Dana Rp 4,2 M untuk Iklan di Facebook
-
Diancam Diperkosa dan Dibunuh, Veronica Koman: Saya Akan Terus Bela Papua
-
Veronica Koman Diancam Dibunuh: Karena Mereka Tahu Saya Benar soal Papua
-
Pengamat Politik Asing: Ancaman Pembunuhan ke Veronica Koman Masalah Serius
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal